Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Ombudsman RI Jakarta Raya, meminta Dinkes DKI Jakarta dan DPRD DKI menelusuri isu soal adanya penyuntikan vaksin ketiga untuk influencer yang dilakukan di Gedung DPRD DKI Jakarta. Harus ada kejelasan benar merupakan suntkan vaksin ketiga/vaksin booster atau hanya aksi dari influencer yang bersangkutan yang memposting ke media sosial twitter.
“Harus dipastikan dulu apakah benar itu dosis ketiga atau cuma bluffing dari influencer itu. Karen Kepala Dinkes sudah menyatakan tidak ada sama sekali booster untuk non tenaga kesehatan (nakes). Bahkan untuk nakes masih dalam pertimbangan,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya Teguh P Nugroho saat dihubungi, Kamis (29/7).
Lebih lanjut Teguh menjelaskan, untuk memastikan hal tersebut, pihak Pemprov DKI dan kepolisian perlu menelusuri kebenaran informasi yang disampaikan influencer yang bersangkutan. Untuk memastikan influencer itu berbohong atau memang benar mendapatkan suntikan vaksin booster tersebut.
Adapun terkait dengan sistem vaksinasi, pihaknya meyakini Dinkes DKI sudah memiliki sistem yang baik. Namun, memang tetap ada celah untuk oknum yang berkemungkinan memberikan vaksin kepada pihak ketiga yang tak sesuai kebijakan saat ini.
“Oleh karena itu, saya rasa perlu dilakukan penelusuran yang serius memastikan. Ini sekaligus uji sistem juga kalau memang masih ada kebocoran. Ini bagian tantangan dari Dinkes DKI memastikan bahwa sistemnya berjalan baik dan tidak memungkinkan orang untuk mendapatkan vaksin booster tanpa ada persetujuan atau regulasi yang menaunginya,” jelasnya.
Sebelumnya, Plt. Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Augustinus, membantah informasi di media sosial Twitter yang menyebut ada penyuntikan vaksin ketiga atau vaksin booster kepada seorang influencer. Menurutnya, di Gedung DPRD DKI memang ada aktivitas pemberian vaksin namun untuk dosis 1 dan 2 vaksin Sinovac untuk masyarakat.
Baca juga : Kapolri Instruksikan Bangun Posko PPKM di Pasar Rakyat
“Untuk vaksin ketiga yang dibilang moderna, kami tidak ada dan itu tidak pernah diberikan di gedung DPRD vaksin booster atau ketiga. Karena itu belum ada acuan untuk masyarakat diberikan itu baru tenaga kesehatan (nakes),” kata Augustinus saat dikonfirmasi, Kamis (29/7).
Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya membetulkan foto dalam postingan akun twitter salah satu influencer memang di Gedung DPRD DKI Jakarta. Namun, tidak membenarkan adanya suntikan ketiga bagi siapapun di DPRD DKI. Saat ini DPRD DKI sedang fokus membantu percepatan vaksinasi untuk masyarakat dengan dosis satu dan dua vaksin covid-19.
“Kalau gedung, iya itu gedung, gedung DPRD DKI confirm. Kita yakini itu gedung DPRD DKI, tapi yang menyatakan statement ada booster vaksin ketiga ini lah, saya gak tau, saya juga harus lapor ke pimpinan, kita ada berjenjang.
“Kita akan sampaikan ke pimpinan harus seperi apa untuk mengklarifikasi ini. Jangan simpang siur menjadi salah jadi membuat masyarakat jadi cemas,” imbuhnya.
Hari ini, pihaknya pun akan segera melaporkan ke Ketua DPRD DKI Jakarta. Untuk menyampaikan adanya informasi tersebut. Sehingga membuat jelas perkara dan tidak membingungkan public.
“iya saya hari ini akan segera ke pimpinan, menemui pimpinan, kebetulan hari ini ada Rapat Paripurna. Semua akan kami sampaikan di hari ini, supaya clear dan tidak membuat kecemasan masyarakat,” tutupnya.
Sebelumnya, akun Twitter @cathydjaya memposting foto dan kepsyen yang memperlihatkan ada penyuntikan vaksin ketiga. Foto tersebut bersumber dari postingan Instagram Story salah satu influencer yang disamarkan nama akunnya. Di foto tersebut ada lambang yang menunjukkan di Gedung DPRD DKI dengan kepsyen “Vaccine shot X 3: Booster”.
“Temen w cerita (di IG) kalau ada influencer yang dapat vaksis DOSIS KETIGA. INFLUENCER, bukan Nakes. buktinya apa? si influencer nge-post di IG story dia sendiri temen w sempat capture sblm dihapus. btw coba lihat lokasi vaksinnya dimana hehehe hint: government building,” tulis @ cathydjaya, kemarin (28/7). (OL-2)
Ia menekankan, kebijakan tersebut tidak menjadi kendala bagi Pemprov DKI. Menurutnya, Jakarta telah memiliki kesiapan birokrasi.
Pemprov DKI perlu menempatkan perlindungan warga Jakarta sebagai prioritas utama.
Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan strategi agar tempat wisata di Ibu Kota tetap kondusif ketika terjadi lonjakan wisatawan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan fasilitas pengolahan sampah tersebut direncanakan dibangun di tiga lokasi strategis.
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta resmi menyediakan layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis (12/3).
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved