Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Sinergi Pembinaan Sepak Bola Putri Usia Dini

Khoerun Nadif Rahmat
12/2/2026 21:40
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Sinergi Pembinaan Sepak Bola Putri Usia Dini
Ilustrasi(Dok MilkLife)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri. Hal itu dilakukan melalui dukungan terhadap turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Seri 2 2025–2026.

Ajang yang berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, pada 12–15 Februari 2026 ini menjadi wadah strategis dalam menjaring talenta atlet muda sejak bangku sekolah dasar.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki visi besar dalam membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan.

Menurutnya, kolaborasi antara sektor swasta seperti Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dengan pemerintah merupakan kunci pertumbuhan olahraga nasional.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi inisiasi ini. Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa, dan kami akan terus mendukung agar turnamen ini menjadi agenda rutin di Jakarta. Ini adalah contoh kolaborasi konkret dalam membina karakter anak bangsa melalui olahraga," ujar Ali.

Dukungan senada disampaikan Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno. Ia menyebut DKI Jakarta menempatkan pembinaan atlet usia dini sebagai prioritas utama. Diky mendorong pihak sekolah agar lebih peka melihat potensi non-akademik siswa.

"Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur memberikan dukungan maksimal bagi pengembangan olahraga. Kami berharap para kepala sekolah melihat bakat olahraga sebagai peluang masa depan yang cerah bagi generasi muda kita," tuturnya.

Turnamen edisi kali ini mencatatkan partisipasi yang signifikan. Sebanyak 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian. Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, merinci peserta terbagi dalam dua kategori, yakni 85 tim di kelompok usia (KU) 10 dan 123 tim di KU 12.

"Tingginya minat ini merefleksikan pertumbuhan positif sepak bola putri di level akar rumput. Sinergi lintas pemangku kepentingan sangat krusial untuk menciptakan ruang kompetisi yang aman sekaligus kompetitif bagi mereka," jelas Teddy.

Di sisi teknis, Head Coach MLSC Jacksen F. Tiago menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar transisi pemain ke format sepak bola dewasa (sebelas lawan sebelas) berjalan optimal.

Jacksen dan tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari Jakarta untuk berlaga di ajang All-Stars di Kudus pada Juni 2026 mendatang.

Salah satu kejutan datang dari SDN Cikini 01. Meski baru pertama kali berpartisipasi, mereka berhasil menembus babak utama.

"Kami merasa bangga sekaligus tertantang karena persaingan di sini sangat ketat dan fasilitasnya sangat profesional," ungkap salah satu peserta, Amanda Aqhila Putri.

Rangkaian MLSC Seri 2 2025–2026 rencananya akan menyambangi 12 kota di Indonesia. Setelah Jakarta, turnamen akan berlanjut ke sejumlah daerah seperti Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Surabaya, hingga berakhir di Malang pada Mei mendatang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya