Jumat 02 Juli 2021, 15:41 WIB

Anies Minta Sumbangan Covid-19 ke Dubes Negara Lain, DPRD: Memalukan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Minta Sumbangan Covid-19 ke Dubes Negara Lain, DPRD: Memalukan

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Deretan gedung perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

 

SEKRETARIS Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak menilai perbuatan Gubernur DKI Jakarta yang mengirimkan surat permohonan bantuan untuk perlengkapan isolasi pasien tanpa gejala kepada para Duta Besar tidak tepat.

Pemprov DKI memang harus menyediakan kebutuhan ribuan pasien covid-19 anpa gejala yang harus diisolasi di lokasi isolasi terkendali.

Berbagai persiapan seperti penyediaan tempat tidur, makanan, vitamin, obat-obatan memang harus disediakan dan Pemprov DKI berkejaran dengan waktu karena pasien coivd-19 yang terus melonjak. Namun, menurut Johnny, meminta bantuan kepada Duta Besar negara sahabat belumlah perlu dilakukan.

"Saya rasa tidak perlu sampai meminta ke Dubes. Apakah di dalam negara kita sudah tidak ada yang mau memberikan bantuan? Kan gotong royong orang Indonesia ini tinggi sekali, ngapain sampai harus meminta keluar? Malu-maluin saja," ujar dia saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (2/7).

Anggota Fraksi PDIP itu mengatakan, Jakarta adalah pusat perekonomian, ada puluhan ribu perusahaan swasta yang berusaha dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Tidak semua sektor perusahaan itu pendapatannya menurun karena pandemi.

Baca juga: Melawan Gerakan Antivaksinasi

Masih ada beberapa sektor perusahaan yang pendapatannya justru meningkat karena terkait dengan penanggulangan pandemi seperti perusahaan farmasi, alat kesehatan, teknologi informasi, provider telekomunikasi, dan lain-lainnya.

Gubernur, lanjut Johnny, hanya perlu memperkuat komunikasi dengan sektor swasta ini agar bisa menjalin kolaborasi bergotong royong membantu memenuhi kebutuhan Jakarta.

"Kan bisa melalui CSR. Tidak semua perusahaan itu rontok. Ada juga yang untung besar di saat pandemi. Ya masa mereka nggak mau sih menggelontorkan bantuan sedikit saja buat kita? Pasti mereka maulah. Tapi masalahnya komunikasinya bagaimana. Ini kan perlu komunikasi yang baik," tukasnya.

Ia pun meminta agar gubernur memperbaiki komunikasi dengan pihak swasta dan mencari bantuan di dalam negeri ketimbang kepada negara lain. Sebelumnya, beredar di media sosial tangkapan layar surat permohonan bantuan dari Pemprov DKI kepada para duta besar. Surat itu ditandatangani oleh Kepala Biro Kerjasama Daerah DKI Jakarta Andhika pada 28 Juni 2021. Hingga berita ini diturunkan, Andhika tidak dapat dimintai konfirmasi mengenai kejelasan pengiriman surat permohonan bantuan tersebut.

Dalam surat itu, sejumlah bantuan yang dibutuhkan oleh Pemprov DKI adalah untuk mempersiapkan lokasi isolasi terkendali di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara. Bantuan yang diminta antara lain 5 ribu kasur lipat, 5 ribu kipas angin tipe standing, 5 ribu meja lipat, 5 ribu kursi lipat, 5 ribu sapu, 5 ribu alat shower, 5 ribu botol cairan disinfektan berukuran 5 liter, 5 ribu helai handuk, 500 dispenser, 2 unit laptop, hingga 2 unit freezer dengan suhu -2 derajat sampai 5 derajat celcius.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah adanya surat permohonan tersebut. Menurut dia, Sekretaris Daerah DKI Jakarta memang mengirimkan surat permohonan kolaborasi pemberian bantuan kepada sejumlah pihak dalam penanggulangan covid-19 namun tidak ada yang ditujukan kepada para dubes.

"Silahkan cek ke Sekda. Itu bukan untuk Dubes," tegasnya. (OL-4)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Antara

Vaksinasi Capai 75 %, PPKM Kota Tangsel Turun ke Level 2

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:51 WIB
"Dengan kondisi saat ini, kita tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan,jangan lupa memakai masker, jangan abai dan lengah,...
Antara

Dua Polisi ‘Artis’ Medsos Dilatih Cara Tindak Polisi dalam Perspektif HAM

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:45 WIB
“Nanti saya mau kursusin supaya keduanya bertambah kemampuannya dan bisa berbagi ilmu serta pengalaman dengan satuan kerja...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Ini Alasan Pemprov DKI Tunda Pembangunan LRT Kelapa Gading-JIS

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 09:57 WIB
Pemprov DKI Jakarta menunda pembangunan light rail transit (LRT) fase 2a rute Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS) jadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya