Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Prabowo dan Anies masih Jadi Figur Utama untuk Pilpres 2029

Devi Harahap
26/1/2026 14:24
Prabowo dan Anies masih Jadi Figur Utama untuk Pilpres 2029
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto(Antara)

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029. Penilaian tersebut mengemuka setelah hasil Survei Median menunjukkan elektabilitas keduanya tetap unggul dibandingkan tokoh-tokoh nasional lainnya. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, mengatakan survei tersebut memperlihatkan konsistensi dukungan publik terhadap Prabowo dan Anies. 

“Hasil survei ini menegaskan bahwa Prabowo dan Anies masih menjadi figur sentral dalam peta politik menuju Pilpres 2029,” kata Jamiluddin daam keterangannya pada Senin (27/1).

Survei Median menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas dengan elektabilitas 27,8%, disusul Anies Baswedan sebesar 19,9%, dan Dedi Mulyadi dengan 17,4%. Menurut Jamiluddin, komposisi ini menjadi menarik jika dikaitkan dengan hasil elektabilitas kandidat pada Pilpres 2024.

“Dari pasangan capres-cawapres 2024, hanya Prabowo dan Anies yang elektabilitasnya masih tinggi. Sementara Ganjar Pranowo justru merosot tajam hanya di angka 3,3%,” ujarnya.

Ia menilai temuan tersebut mengindikasikan kemampuan Prabowo dan Anies dalam menjaga elektabilitas di mata publik. Bahkan, kata Jamiluddin, Anies tetap kompetitif meski saat ini tidak memegang jabatan publik. 

“Ini menunjukkan bahwa elektabilitas Anies tidak bergantung pada kekuasaan formal,” katanya.

Di sisi lain, elektabilitas para calon wakil presiden pada Pilpres 2024 tercatat relatif rendah. Gibran Rakabuming Raka hanya meraih 2,4%, Mahfud MD 1,6%, sementara Muhaimin Iskandar tidak muncul dalam survei. 

“Status sebagai cawapres atau bahkan wapres tidak otomatis meningkatkan elektabilitas sebagai capres,” ujar Jamiluddin.

Ia menambahkan, rendahnya elektabilitas Gibran menjadi catatan penting. 

“Bahkan elektabilitas Gibran masih kalah dari Agus Harimurti Yudhoyono yang mencapai 2,9%. Artinya, selama menjadi wapres, Gibran belum dinilai publik sebagai kandidat capres yang potensial,” katanya.

Jamiluddin juga menyoroti posisi Dedi Mulyadi yang elektabilitasnya jauh melampaui Gibran. Menurutnya, hal itu menandakan daya tarik politik Dedi cukup kuat. 

“Secara elektoral, Dedi Mulyadi saat ini memiliki nilai jual sebagai capres yang lebih tinggi dibandingkan Gibran,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai peluang Dedi Mulyadi untuk bersaing langsung dengan Prabowo tidak mudah karena berasal dari partai yang sama, Gerindra. 

“Bersaing dengan Prabowo dari partai yang sama jelas tidak menguntungkan bagi Dedi,” kata Jamiluddin.

Atas dasar itu, Jamiluddin melihat kemungkinan besar kontestasi Pilpres 2029 masih akan mempertemukan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Skenario tersebut semakin terbuka jika ambang batas pencalonan presiden benar-benar menjadi nol persen sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. 

“Jika presidential threshold nol persen dan Partai Gerakan Rakyat lolos verifikasi, Anies berpeluang kembali maju. Jika kondisi itu terjadi, Pilpres 2029 berpotensi berlangsung ketat dan menegangkan,” pungkasnya. (E-3) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya