Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia Sembilan Delapan (JARI’98), Willy Prakarsa mengusulkan agar purnawirawan Polri mulai mencuat dalam diskusi politik nasional, khususnya dalam kontestasi Pilpres. Menurut Willy, Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
"Selama ini belum ada presiden dari latar belakang kepolisian, padahal mereka memiliki pengalaman luas dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban," ujar Willy, melalui keterangannya, Rabu (11/6).
Willy mengungkapkan sejumlah pertimbangan bagu purnawirawan polisi untuk maju sebagai calon presiden. Pertama, purnawirawan polisi memiliki pemahaman mendalam tentang hukum dan ketertiban, serta terbiasa menangani berbagai persoalan sosial dengan pendekatan yang tegas.
Kedua, kedekatan dengan masyarakat memungkinkan pemahaman yang lebih langsung terhadap dinamika sosial. Selain itu, kemampuan manajerial dalam menghadapi krisis dan pengetahuan mendalam tentang kejahatan serta keamanan nasional menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.
Namun, Willy juga menggarisbawahi bahwa tantangan bagi purnawirawan polisi yang ingin terjun ke dunia politik tidaklah ringan.
"Jalur karier politik bagi polisi masih minim, belum lagi persepsi publik yang belum sepenuhnya positif terhadap institusi kepolisian," jelasnya.
Sebagai langkah strategis, ia menyarankan agar purnawirawan polisi membangun rekam jejak politik yang solid sebelum mencoba maju sebagai calon presiden.
"Bisa melalui partai politik, jabatan publik, atau menginisiasi diskusi akademis serta mendorong wacana ini lebih luas di media," tambahnya.
Willy juga menyebutkan beberapa tokoh purnawirawan Polri yang dinilai memiliki kapasitas untuk berkontestasi di level nasional, antara lain Tito Karnavian (Mendagri), Sutarman, Badrodin Haiti, dan Timur Pradopo.
"Apakah gagasan ini akan berkembang lebih jauh dan mendapatkan dukungan yang cukup kuat? Waktu yang akan menjawab. Namun yang pasti, wacana ini menambah warna dalam dinamika politik Indonesia menuju pemilihan umum mendatang," pungkasnya. (H-3)
PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di bursa calon presiden menambahkan daftar calon individu di Pilpres 2029.
Menurut Iwan, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan peran strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan keamanan.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Peneliti IPI, Abdan Sakura, mengungkapkan bahwa munculnya nama-nama baru ini menandakan adanya pergeseran persepsi publik terhadap figur potensial di masa depan.
Sejumlah wajah baru muncuk dalam peta awal bakal calon presiden 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved