Kamis 27 Agustus 2020, 13:05 WIB

WHO Soroti Denda Progresif Pemakaian Masker di Jakarta

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
WHO Soroti Denda Progresif Pemakaian Masker di Jakarta

Antara/Aditya Pradana Putra
Petugas Satpol PP mengawasi penerapan sanksi pelanggar aturan protokol kesehatan selama PSBB Masa Transisi

 

Dalam rilis laporan perkembangan kasus covid-19 di Indonesia per 26 Agustus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti soal penerapan denda progresif di Jakarta.

"Pemerintah Jakarta akan mulai memberlakukan denda progresif bagi warga yang tidak memakai masker di depan umum karena Ibu Kota berjuang untuk mengurangi penularan covid-19," sebut laporan WHO yang diterima mediaindonesia.com, Kamis (27/8).

Denda progresif diatur dalam Peraturan Gubernur No. 79 tahun 2020. Dengan dikeluarkannya aturan resmi tersebut, pelanggar masker yang berulang kali dikenakan denda berkali-kali lipat.

WHO menyebut bagi pelanggar masker yang didapati baru sekali disanksi akan dikenakan denda Rp250 ribu atau diharuskan menjalani sanksi sosial selama 60 menit.

Baca juga: Denda Progresif untuk Pelanggar PSBB

Denda akan ditingkatkan menjadi Rp500 ribu atau 120 menit pelayanan masyarakat bagi mereka yang kedapatan melanggar peraturan untuk kedua kalinya.

"Pelanggar ketiga kali akan diharuskan membayar denda sebesar Rp750 ribu atau 180 menit layanan masyarakat," tulis WHO.

Sedangkan pelanggaran keempat dan selanjutnya akan dikenakan denda sebesar Rp1 juta atau 240 menit layanan masyarakat. Peraturan sebelumnya, sebut WHO, hanya denda Rp250 ribu karena tidak memakai masker di muka umum.

WHO juga menyebut DKI Jakarta masih memiliki kasus positif covid-19 tertinggi se-Indonesia. Dari laporan Dinas Kesehatan DKI per (26/8), jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Ibu Kota mencapai 35.642 kasus.

Dari jumlah tersebut, 26.750 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 75,1%. Lalu, sebanyak 1.144 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,2%. Sedangkan, tingkat kematian Indonesia sebesar 4,3%. (OL-14)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Kemendikbudristek Sebut Ada Klaster PTM, Disdik DKI Akan Cek Data

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 23 September 2021, 12:01 WIB
Selama melakukan PTM terbatas sejak 30 Agustus hingga saat ini maupun pada uji coba PTM yang dilakukan pada April lalu, tidak ditemukan...
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

PSI Sebut Giring Ungkap Kebenaran bukan Sebar Kebencian

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 23 September 2021, 11:19 WIB
“Bro Giring menyampaikan fakta-fakta kepada publik terkait kebohongan Gubernur Anies terhadap rakyatnya. Ini sangat jelas bukan...
dok.mi

Pelaku Begal Bintaro Di bawah Umur, Polisi Diingatkan Pidana Anak

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 23 September 2021, 10:55 WIB
EMPAT terduga pelaku begal di Bintaro, Tangsel, masih berstatus anak-anak. Kepolisian diingatkan memerhatikan prinsip  Sistem...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya