Sabtu 12 September 2020, 04:15 WIB

Warga Solo Pelanggar Masker Nyemplung ke Kali

(Widjajadi/N-1) | Nusantara
Warga Solo Pelanggar Masker Nyemplung ke Kali

MI/WIDJAJAD
HUKUMAN MEMBERSIHKAN SUNGAI: sanksi sosial dengan terjun ke sungai untuk membersihkan sampah yang ada di dasar Sungai Toklo di Solo

 

LUPA ialah manusiawi. Namun, lupa pakai masker di era pandemi ganjarannya membersihkan kali. Tidak saatnya lagi banyak toleransi demi
keselamatan diri.

Kira-kira seperti itulah maklumat Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Puluhan pengguna jalan di kawasan Adi Sucipto yang terjaring tidak memakai
masker, kemarin, diminta membersihkan sampah Kali Toklo.

Sanksi bersih-bersih sampah anak Kali Pepe itu dimaklumatkan Rudy, sapaan wali kota, sebagai pendisiplinan warga agar mematuhi protokol
kesehatan di tengah badai pandemi covid-19 yang semakin menggila.

“Ini bukan bentuk kearoganan pemkot, tapi lebih pada upaya penyadaran agar warga disiplin karena wabah covid-19 masih memprihatinkan. Disiplin
warga akan menekan penyebaran dan covid-19 tidak meluas. Pemkot tidak akan memberikan sanksi denda atau menyita KTP,” tandas Rudy kepada Media
Indonesia.

Begitu terjaring razia, para pembangkang Inpres No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan
dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 itu dinaikkan ke truk Satpol PP dan dibawa ke Kali Toklo di Kampung Keprabon.

Kusuma Aditya, 30, warga Laweyan yang terjaring, mengaku tidak menyangka ada operasi masker. “Ya, ini salah saya karena tadi terburu-buru,
lupa. Ini menjadi pelajaran saya untuk tidak lalai lagi.

Dan sanksi bersih-bersih sungai harus saya terima sebagai konsekuensi melanggar aturan,” cetusnya.

Di Kali Pepe sudah tersedia peralatan yang diperlukan membersihkan sampah sungai. Awalnya banyak yang rikuh harus turun ke kali. Namun,
kemudian semua ikhlas dan rela berbasah-basah.

Mereka menarik sampah sampah yang tersangkut ke pinggiran dan ditumpuk untuk diangkut truk. Mereka kerja bakti sekitar 15 menit
kemudian diangkut lagi menggunakan truk Satpol PP ke Plasa Stadion Manahan, tempat mereka terjaring. Seorang pemuda usia 20 tahunan yang ikut
kerja bakti mengaku tak akan lagi lupa memakai masker saat naik sepeda motor. “Kerja sosialnya memang singkat, tapi akan selalu diingat.

Kejadian ini menjadi pemacu bagi saya untuk disiplin bermasker ke depan,” ujarnya sambil tertawa malu. Wali Kota Rudy mengingatkan warga
yang melanggar protokol kesehatan, ganjaran 15 menit kerja bakti bagi yang baru sekali terjaring tak memakai masker. Jika terulang, hukumannya
dinaikkan dua kali lipat menjadi 30 menit bersih bersih sampah sungai.

“Kalau tiga kali diganjar 45 menit. Bagi pedagang juga sama. Kalau tiga kali melanggar, selain nyemplung kerja bakti bersihkan sampah, surat
hak penempatan losnya juga dicabut,” imbuh wali kota berkumis itu. (Widjajadi/N-1)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Pemkot Solo Minta Sekolah Antisipasi Klaster PTM

👤Widjajadi 🕔Kamis 23 September 2021, 13:03 WIB
"Ya meski vaksinasi siswa didik di Kota Solo sudah mencapai 80% lebih, tetapi kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan covid-19...
MI/Gabriel Langga

Ikut Ujian Kompetensi, Siswa LPK Karunia Bunda Siap Terjun di Dunia Kerja

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 23 September 2021, 11:19 WIB
Ada sekitar 40 peserta didik yang mengikuti pelatihan desain grafis yang dilaksanakan selama 38 hari di LKP Karunia...
MI/Djoko Sardjono

TNI/Polri Tingkatkan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Klaten

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 23 September 2021, 10:50 WIB
Serbuan vaksinasi TNI-Polri, dalam dua pekan terakhir, telah dilaksanakan di 18 Polsek jajaran Polres...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya