Selasa 15 September 2020, 16:08 WIB

Selain Sanksi, Sosialisasi PSBB Harus Terus Digenjot

Mediaindonesia com | Humaniora
Selain Sanksi, Sosialisasi PSBB Harus Terus Digenjot

Antara
Sanksi bagi pelanggar PSBB

 

Sanksi Saja tidak Cukup, Sosialiasi Kebiasaan Baru Harus Berkelanjutan


Pemberian sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 baik sebagai shock therapy, tetapi tetap harus dilanjutkan dengan sejumlah upaya agar menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, menjadi sebuah kebiasaan baru di masa pendemi.

"Dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ketat di DKI Jakarta mulai diterapkan sejumlah sanksi yang hanya cukup sebagai shock therapy," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9)

Efek kejut dari sanksi pelanggar ketentuan PSBB berupa push up, kerja sosial sampai denda sejumlah uang, menurut Lestari, hanya bersifat sesaat saja.

Sebagai contoh, ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari, sejak penerapan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 pada Juni 2020 hingga 31 Agustus 2029, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat total denda pelanggaran protokol kesehatan mencapai Rp4 miliar.

Masih relatif tingginya akumulasi uang denda itu, jelas Rerie, mengisyaratkan belum terbiasanya masyarakat dengan kebiasaan baru yang disyaratkan dalam penerapan PSBB.

Untuk menanamkan kebiasaan baru, seperti menerapkan protokol kesehatan, yang disyaratkan dalam kebijakan PSBB, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus dilakukan edukasi yang terus menerus.

"Sanksi hukum saja tidak cukup, harus dibarengi dengan mekanisme sosialisasi bersifat edukasi yang isinya mengenai alasan logis mengapa menerapkan protokol kesehatan harus jadi kebiasaan baru," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Tugas Pemerintah, menurut Rerie, mempermudah masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.

Untuk mempercepat upaya menanamkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, ujar Rerie, Pemerintah bisa melibatkan tokoh masyarakat, kader PKK dan sejumlah komunitas.

"Upaya melibatkan sejumlah pihak dalam sosialisasi kebiasaan baru di masa pandemi  memang sempat dilakukan di sejumlah tempat, yang harus diwujudkan adalah keberlanjutan dari upaya tersebut," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Rosa Panggabean

Raffi Ahmad tidak Diproses, Pengamat: Muncul Public Distrust

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 17:20 WIB
Apabila tidak diproses secara hukum, pelanggaran prokes Raffi Ahmad berpotensi mengancam program vaksinasi covid-19 dan menurunkan...
Ist/BRI

BRI Dirikan Posko dan Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 14:27 WIB
BRI bergerak cepat dengan mendirikan posko dan menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban banjir di beberapa wilayah...
ANTARA/ akbar Tado

BNPB Beri Dana Stimulan Bagi Rumah Rusak Akibat Gempa Sulbar

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 17 Januari 2021, 14:20 WIB
Kerusakan rumah warga akibat gempabumi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemprov dan pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya