Jumat 10 Juli 2020, 19:00 WIB

Polisi Sulit Identifikasi Korban Eksploitasi Seksual WN Prancis

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Sulit Identifikasi Korban Eksploitasi Seksual WN Prancis

Antara/Adam Bariq
Polisi mengawal tersangka Francois Abello Camille atas kasus eksploitasi seksual terhadap anak.

 

POLDA Metro Jaya (PMJ) masih mengindetifikasi anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual oleh warga negara Perancis bernama Francois Abello Camille. Dari 305 anak yang menjadi korban, sampai saat ini polisi baru berhasil mengidentifikasi 17 anak.

Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ, Kombes Tubagus Ade Hidayat, mengaku kesulitan dalam mengidentifikasi korban. Apalagi, Camille tidak mau memberikan password laptopnya.

"Tantangannya, yang bersangkutan tidak mau memberikan password. Kedua adalah korban ini masih anak-anak. Sehingga tidak terintegrasi dengan e-KTP," ujar Tubagus saat dihubungi, Jumat (10/7).

Baca juga: Kemensos Siap Tampung Korban Eksploitasi Seks WN Perancis

"Misalnya orang dewasa, identifikasi wajahnya bisa ketahuan. Tapi ini tidak terdata di kependudukan. Jadi kita harus pelan-pelan tanya anaknya. Siapa yang pernah diajakin dan lain sebagainya. Ada tidak videonya, kita cocokkan lagi," imbuh Tubagus.

Dalam mencari korban, lanjut dia, Camille diketahui bekerja sendiri. Hal itu dimungkinkan, sebab pelaku dapat berbahasa Indonesia. Kendati demikian, kemampuan bahasanya tidak terlalu bagus.

“Iya nyari sendiri (korbannya). Pelaku bisa bahasa Indonesia walaupun tidak lancar. Tetapi dia mengerti, karena sudah sejak 2015 di Jakarta," pungkasnya.

Baca juga: Korban Kejahatan Camille Disarankan Ajukan Hak Restitusi

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, mengungkap modus yang dilakukan Camille saat menjaring korban. Pelaku dikatakannya mendekati korban yang mayoritas anak jalanan, dengan diiming-imingi menjadi foto model.

Di kamar hotel, Camille memfoto korban sampai keadaan telanjang. Setelah itu, pelaku menyetubuhi korban. Sebelumnya, pelaku juga menyiapkan kamera untuk merekam adegan persetubuhan. Pelaku tidak segan berbuat kekerasan, jika korban menolak ajakannya.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/M. Risyal Hidayat

Warga Sambut Positif HBKB di Jakarta Diadakan Lagi

👤Putri Ansia Yuliani 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:15 WIB
Selain itu, kebijakan ini juga sudah bisa dilakukan karena jumlah vaksinasi di Jakarta juga cukup tinggi sehingga ia menilai kekebalan...
ANtara/Yusuf Nigroho

Minyak Goreng Curah di Kota Bekasi Terpantau Sudah Turun Rp14 Ribu per liter

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:00 WIB
Ia menjelaskan, turunnya harga minyak goreng sudah ditetapkan dari tingkat agen. Para pedagang biasa membeli dalam ukuran jiriken 5 hingga...
MI/Ramdani

Formula E Jadi Momentum Pertumbuhan Kendaraan Listrik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:45 WIB
"Hadirnya Formula E ini menjadi momentum awal pertumbuhan industri kendaraan listrik. Ini juga menunjukkan pemerintah concern terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya