Kamis 09 Juli 2020, 21:27 WIB

Korban Kejahatan Camille Disarankan Ajukan Hak Restitusi

Tri Subarkah | Megapolitan
Korban Kejahatan Camille Disarankan Ajukan Hak Restitusi

ANTARA FOTO/Adam Bariq
Sejumlah polisi mengawal tersangka Francois Abello Camille di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020)

 

POLDA Metro Jaya telah menangkap warga negara Perancis, Francois Abello Camille, 65, pelaku eksploitasi seksual anak. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, jumlah anak yang menjadi korban Camille mencapai 305 orang.

"Saat ini ada 17 orang yang dapat kami identifikasi. Rata-rata usianya 10, 13, dan 17 tahun," kata Nana di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7).

Baca juga: Kemensos Siap Tampung Korban Eksploitasi Seks WN Perancis

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nahar mendorong para korban untuk mengajukan hak restitusi.

"Kami nanti akan berkoordinasi bagaimana seandainya para korban mengajukan resistitusi atau kompensasi sebagai dampak dari kejahatan seksual ini," papar Nahar.

Nahar mengatakan pihaknya mendukung upaya kepolisian dalam mengusut kasus tersebut. Ia juga mengapresiasi langkah yang dipilih Polda Metro Jaya untuk menggunakan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Bisa diancam hukuman mati bahkan bisa pemberatan kebiri kimia," tukas Nahar.

Baca juga: Pemerintah Kejar Aset Maria Pauline Lumowa di Luar Negeri

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak dalam pengawasan terhadap hotel.

Ada tiga hotel yang digunakan Camille sebagai lokasi untuk melakukan aksinya sejak Desember 2019. Ketiga hotel yang berlokasi di Jakarta Barat tersebut, antara lain Hotel Olympic, Hotel Luminor, serta Hotel Prinsen Park.

"Dan juga pemerintah daerah untuk memastikan pengawasan dan kontrol terhadap hotel-hotel, penginapan, tempat hiburan di lingkungan area daerah kita. Kenapa? Tidak menutup kemungkinan manajemen tidak tahu, tapi tampaknya ini terjadi. Sekaligus untuk meningkatkan kontrol internal manajemen hotel agar anak-anak kita tidak dijadikan objek seksual di area hotel," ujar Susanto.

Nana memastikan pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Sejauh ini polisi menemukan ratusan video persetubuhan antara Camille dengan para korbannya. "Apakah 305 video ini diperjualbelikan? Ini masih kami kembangkan," tandas Nana.

Polisi menjerat Camille dengan Pasal 81 Ayat (5) jo Pasal 76D UU 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya ialah pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia. (J-3)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hari Ini, Jakarta Laporkan 598 Kasus Covid-19 Baru

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:05 WIB
"Dengan tingkat kesembuhan 65,3%, dan 991 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Trans-Jakarta Kembali Buka Empat Koridor Non BRT

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:35 WIB
Keempat rute tersebut adalah Rute 7A (Kampung Rambutan - Lebak Bulus), Rute 9D (Pasar Minggu - Tanah Abang), Rute D21 (Universitas...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pintu Akses Tunggal Stasiun Tanah Abang kini Berlaku Setiap Hari

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:19 WIB
"Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak ini, PT KCI juga memberlakukan pintu akses tunggal ini mulai pukul 14.00 pada hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya