Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERSANGKA pedofilia atau pencabulan anak di bawah umur Russ Albert Medlin (RAM) memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada penyidik Polda Metro Jaya. Sejak ditangkap oleh Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan keterangan buron FBI tersebut masih diragukan.
"Iya pengakuan dia masih berubah-ubah maka kami masih mendalami setiap keterangan dia," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (18/6).
Saat ini penyidik terus mencari A yang kini masih buron yang sebelumnya berperan menjadi mucikari (pencari korban) untuk RAM. Keterangan A sangat dibutuhkan untuk mengetahui jumlah korban lainnya termasuk motif buron FBI tersebut datang ke Indonesia.
"Sekarang masih mengejar buron inisial A mucikari yang menyiapkan wanita di bawah umur untuk tersangka. Ini yang kami ingin ketahui jumlah korbannya dan ngapain dia ke Indonesia," cetusnya.
Baca Juga: Soal Pedofilia, Presiden: Hukum Harus Memberi Efek Jera
RAM yang juga residivis kasus yang sama di kampungnya Amerika diketahui menggunkan modus yang sama dalam melakukan kejahatannya. "Yang bersangkutan ini memang residivis di Amerika dengan kasus yang sama. Pada 2006 vonis dua tahun dan 2008 juga sama dan modusnya sama dia videokan aksinya itu," ungkapnya.
Saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan kedutaan Amerika Serikat termasuk FBI terkait ekstradisi. Sedangkan saat ini salah satu barang bukti yang didapatkan dan masih didalami yakni kepemilikan paspor ganda. "Iya dia mengaku punya paspor ganda. Ini juga yang kami sedang dalami termasuk jumlah video," imbuhnya.
Kasus pencabulan anak di bawah umur terungkap setelah warga sekitar kontrakan tersangka mencurigai seringnya perempuan di bawah umur keluar masuk dari rumah pelaku. Hal tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian. Polisi langsung bergerak menggerebek rumah Medlin. Dia diketahui sudah tinggal di kontrakan tersebut selama tiga bulan.
Berdasarkan keterangan korban, Medlin kerap minta dicarikan anak perempuan dengan ukuran badan kecil, dan menjanjikan sejumlah uang sebagai imbalannya.
"Pelaku juga sering meminta para anak korban untuk mengirim foto dan video para anak korban melalui whatsApp," kata Yusri.
Tak butuh waktu lama untuk menciduk Medlin di rumah kontrakannya. Saat diperiksa, polisi mengetahui kalau pria ini juga merupakan buronan Interpol untuk kasus penipuan investasi saham Bitcoin sejak akhir 2019. (OL-13).
Baca Juga: WN Amerika Terlibat Kasus Pedofilia, Polisi Buru Mucikari
Menurut ICJR, praktiknya penyediaan layanan aborsi aman tidak terlaksana di lapangan dikarenakan tidak ada realisasi konkret dari pemangku kepentingan untuk menyediakan layanan.
Dua lembaga internal, yakni Satgas PPKS dan Komisi Penegak Disiplin UMS telah melakukan investigasi, dan menemukan pelanggaran etik atas dua oknum.
Koordinasi penanganan kekerasan seksual tak hanya bisa mengandalkan lembaga negara yudisial.
Putusan DKPP ke Hasyim Asy'ari beri pelajaran kepada pejabat publik agar tidak menyalah gunakan kewenangan
Berikan pendidikan seks sesuai dengan usianya untuk bisa menetapkan batasan pada orang lain.
SEORANG ayah tiri di Ciamis, Jawa Barat (Jabar), tega melakukan kekerasan seksual kepada balita yang baru berumur dua tahun.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved