Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL di dunia maya dan media sosial seperti X dan TikTok, video asusila antara guru dan murid di sebuah sekolah setingkat SMA di Gorontalo. Video durasi 5,48 detik itu memperlihatkan adegan tidak senonoh.
Berkaca dari hal tersebut, remaja perlu diajarkan untuk menyikapi hasrat seksual. Hasrat seksual yang besar dan tidak terkontrol dapat membuat remaja melakukan seks yang tidak seharusnya.
Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting mengedukasi anaknya untuk menyikapi hasrat seksualnya dengan benar. Berikut tips edukasi remaja untuk menyikapi hasrat seksualnya, dilansir dari berbagai sumber.
Baca juga : Cara Hadapi Pelecehan di Media Sosial dan Dunia Nyata
1. Ajarkan Menghargai Diri Sendiri
Remaja perlu diajarkan untuk menghargai dirinya sendiri. Mengembangkan potensi diri merupakan salah satu cara menghargai diri sendiri.
Selain itu, beri pemahaman untuk menghargai lawan jenisnya dan tidak meniatkan hubungan untuk menyalurkan hasrat seksual. Beri pemahaman bahwa cinta tidak sama dengan seks.
Baca juga : Warga Jagakarsa Peras Perempuan Bermodalkan Video Asusila Sang Ibu
2. Perkuat Agama
Selain itu, orangtua dapat mendekatkan remaja dengan agama. Dengan begitu, mereka akan memahami bahwa Sang Pencipta melihat semua tindakannya meski orang lain tidak melihat apa yang mereka perbuat.
3. Seks Bebas Memiliki Risiko
Baca juga : Polisi Tangkap Dua Penyebar Video Asusila Anak Musisi
Jelaskan juga kepada remaja bahwa seks bebas memiliki risiko termasuk kehamilan hingga penyakit berbahaya, yakni infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV/Aids, sifilis dan gonore. Penyakit tersebut bisa menyerang laki-laki maupun perempuan.
4. Pantau Konten yang Ditonton
Orangtua perlu memantau konten-konten yang diakses remaja di dunia maya. Konsumsi video porno secara terus menerus dapat membuat remaja menyalurkan hasrat seksualnya tanpa memerdulikan rasa malu dan takut pada orangtua dan Tuhan.
Baca juga : Bukan Flexing, Ini Alasan Gen Z Gemar Buat Konten Olahraga Menurut Riset
5. Perbanyak Kegiatan Positif
Orangtua juga bisa mengajak remaja untuk melakukan kegiatan positif seperti pengembangan diri, eksplorasi hal baru yang positif, dan kegiatan positif lainnya.
6. Waktu Berkualitas
Kedekatan dan keakraban antara orangtua dan anak merupakan hal penting yang perlu dibangun. Sebab, apabila seorang remaja dekat dengan orangtuanya, ia pun akan terbuka dengan berbagai hal yang ia rasakan dan alami. (M-4)
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah studio yang disebut kerap digunakan untuk membuat konten dewasa.
SELEBGRAM Lisa Mariana tidak ditahan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat. Lisa menjalani pemeriksaan terkait kasus kasus video asusila
Video asusila dimaksud diduga telah beredar jauh sebelum Piet Hein Babua mendaftar sebagai calon bupati ke KPU Kabupaten Halmahera Utara.
Anggota MKD DPR RI Mangihut Sinaga mempertanyakan soal kemiripan sosok pria tersebut kepada Haryanto. Namun, dibantah Haryanto.
GURU berinisial DH, 57, di Gorontalo sudah jadi tersangka dalam kasus kekerasan seksual (persetubuhan dan pencabulan) terhadap anak, yang dilakukan terhadap muridnya siswi kelas XI.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved