Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN manis yang tentunya mengandung gula bisa membuat kita kecanduan sehingga sulit berhenti mengonsumsinya. Kecanduan gula sangat berbahaya, karena dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, asam urat, dan dapat menjadi cikal bakal penyebab penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan lainnya.
Oleh sebab itu, apabila kamu telah mengalami kecanduan gula, sangat penting untuk berusaha menghentikannya. Dokter Penyakit Dalam dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, Sp.PD membagikan kiat mengatasi kecanduan makanan manis;
"Kecanduan gula itu bisa banget terjadi, karena dengan makan makanan manis atau gula itu memang meningkat hormon endorfin kita, jadi kita jadi happy gitu ya," kata dr Ningz, demikian sapaannya, melalui Instagram pribadinya @drningz.
Baca juga : Cegah Peningkatan Penderita Diabetes, Konsumsi Gula Harus Diatur
"Tapi kalau kecanduan juga gak baik," lanjutnya.
Berikut beberapa cara mengatasi kecanduan gula, yang disarankan oleh dr Ningz;
Kamu bisa mengonsumsi makanan yang membuat kamu kenyang lebih lama, seperti makanan tinggi serat dan makanan tinggi protein.
Baca juga : Ini Kiat Mengonsumsi Makanan Manis Agar tidak Terkena Diabetes
Kamu sebaiknya menghindari pemicu stres.
"Karena kadang-kadang kita makan makanan manis itu untuk mencari kebahagiaan melawan stres ya," jelas dr Ningz.
"Ya, kadang-kadang me time dan healing lah ya," lanjutnya.
Kamu juga bisa mengalihkan ke aktivitas yang menyenangkan yang bisa meningkatkan endorfin, seperti olahraga.
Sebaiknya kamu menghindari makanan-makanan manis yang mengandung gula pemanis buatan atau gula tambahan.(M-3)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Komposisi dan porsi makanan saat sahur berpengaruh langsung terhadap kestabilan gula darah seseorang.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Berbagai hidangan takjil yang tinggi kandungan gula justru dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat.
Makanan manis merupakan makanan dengan kandungan gula yang memberikan rasa manis, yang sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan seimbang.
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved