Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP musim panas tiba di India, pertanyaan yang sering diajukan pasien diabetes kepada dokter adalah: "Bolehkah saya makan mangga?"
Mangga memang menjadi ikon musim panas India dengan rasa manis khas dan ragam varietasnya. Namun, buah ini kerap menimbulkan kebingungan: ada yang menganggapnya pantangan mutlak bagi penderita diabetes, sementara ada pula yang percaya berlebihan bahwa makan mangga justru bisa “menyembuhkan” penyakit tersebut.
Menurut dr Rahul Baxi, kenyataannya ada di tengah-tengah. “Banyak pasien yang setelah musim mangga berakhir kembali ke klinik dengan kadar gula darah tinggi, kadang akibat terlalu banyak mengonsumsi buah ini,” ujarnya.
Namun, penelitian terbaru di India memberikan kabar mengejutkan. Konsumsi mangga secara terkendali, dengan menggantikan sumber karbohidrat lain seperti roti, justru dapat memperbaiki kontrol gula darah dan kesehatan metabolik pada penderita diabetes tipe 2.
Di India, sekitar 77 juta orang hidup dengan diabetes tipe 2, sementara 25 juta lainnya berada pada tahap pradiabetes. Penyakit ini menyumbang lebih dari 90% kasus diabetes global dan menjadi salah satu penyebab utama beban penyakit dunia.
Sebuah studi pendahuluan yang segera terbit di European Journal of Clinical Nutrition melibatkan 95 partisipan dan menguji tiga varietas mangga populer, Safeda, Dasheri, dan Langra. Hasilnya, respon glikemik mangga sama atau bahkan lebih rendah dibandingkan roti putih. Pemantauan kadar gula secara kontinu menunjukkan pada penderita diabetes, fluktuasi gula darah setelah makan mangga lebih kecil, yang berpotensi menguntungkan kesehatan jangka panjang.
Penelitian kedua, yang dipublikasikan di Journal of Diabetes & Metabolic Disorders dan melibatkan 35 penderita diabetes tipe 2, menunjukkan mengganti sarapan roti dengan 250 gram mangga selama delapan minggu menghasilkan perbaikan signifikan pada kadar gula darah puasa, HbA1c, resistensi insulin, berat badan, lingkar pinggang, dan kolesterol HDL.
“Kuncinya adalah moderasi dan pengawasan medis, ini bukan izin untuk pesta mangga tanpa batas,” tegas Prof Anoop Misra, peneliti utama studi tersebut.
Dr Baxi juga menyarankan hal serupa kepada pasiennya: jika kadar gula terkontrol, mangga boleh dinikmati dalam porsi kecil (sekitar setengah buah, setara 15 gram karbohidrat) sekali atau dua kali sehari, dikonsumsi di antara waktu makan, bukan sebagai pencuci mulut, dan sebaiknya dipadukan dengan protein atau serat.
Lebih dari sekadar buah, mangga punya tempat istimewa dalam budaya India. Ia menjadi simbol sosial, alat diplomasi, hingga bagian dari festival tahunan di berbagai kota. Terdapat lebih dari 1.000 varietas mangga di India, masing-masing dengan cita rasa dan penggemar setianya.
Sejak berabad-abad lalu, mangga telah menginspirasi puisi, sejarah, hingga persaingan harga di pasar. Kini, berkat dukungan sains, “raja buah” itu mendapatkan pembelaan baru, bahwa dinikmati dengan bijak, ia bukan musuh, melainkan sahabat bagi penderita diabetes. (BBC/Z-2)
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Diabetes tipe 5 atau maturity onset diabetes of the young (MODY), merupakan variasi diabetes yang biasanya muncul pada usia muda biasanya kurang dari 25 tahun.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved