Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MADU sering dianggap sebagai salah satu bahan alami yang mendatangkan manfaat bagi kesehatan. Banyak orang menambahkan madu ke dalam menu harian mereka. Pasalnya madu dipercaya mampu meningkatkan energi, menunjang kesehatan pencernaan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Namun, mengonsumsi madu secara berlebihan dapat memicu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Beberapa sumber kesehatan, termasuk artikel dari Alodokter dan Hello Sehat, menjelaskan tentang efek samping ini.
Kecenderungan meningkatnya konsumsi madu harian sejalan dengan semakin populernya gaya hidup sehat. Memanfaatkan madu sebagai pengganti gula pasir dianggap lebih alami dan sehat. Namun, penggunaan yang tidak terkendali malah dapat memberikan efek negatif yang tak terduga.
Tubuh hanya mampu mengolah gula alami dalam madu dalam jumlah terbatas, dan ketika asupannya melebihi kebutuhan, berbagai efek samping mungkin akan muncul.
Berikut ini adalah lima efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi madu yang berlebihan setiap harinya:
Kandungan glukosa dan fruktosa dalam madu memang memberikan lonjakan energi, tetapi ketika dikonsumsi berlebihan, kadar gula dalam darah dapat meningkat dengan cepat. Hal ini dapat mengganggu metabolisme, terutama bagi mereka yang memiliki gula darah tidak stabil.
Peningkatan yang terus menerus dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak diimbangi dengan pola makan dan aktivitas fisik yang baik.
Madu mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar, ini akan menghasilkan surplus kalori yang tidak terpakai.Akibatnya, kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak.
Jika kondisi ini berlanjut, akumulasi lemak dapat meningkatkan risiko obesitas dan memicu berbagai masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung dan gangguan metabolisme.
Tingginya fruktosa dalam madu dapat menjadi masalah bagi sebagian orang. Jika dikonsumsi berlebihan, madu dapat memicu perut kembung, diare, serta rasa tidak nyaman.
Gejala ini muncul karena usus tidak mampu menyerap fruktosa dengan baik, sehingga menyebabkan fermentasi berlebihan di dalam sistem pencernaan. Masalah pencernaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera ditangani.
Walaupun alami, madu tetap mengandung gula yang dapat menempel pada gigi. Jika sisa gula tidak dibersihkan, bakteri di mulut akan memanfaatkannya sebagai sumber makanan. Aktivitas bakteri ini menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi.
Jika kebiasaan konsumsi madu yang berlebihan tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik, kerusakan gigi dapat terjadi perlahan, hingga menyebabkan sakit dan infeksi.
Beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas terhadap zat tertentu dalam madu. Dalam kondisi tertentu, mengonsumsi madu secara berlebihan dapat memicu alergi, dengan gejala seperti ruam, gatal, hingga pembengkakan di beberapa bagian tubuh.
Reaksi alergi ini dapat memburuk jika konsumsi madu tidak dihentikan, dan dalam kasus yang parah dapat mengganggu pernapasan sehingga memerlukan penanganan medis segera. Meskipun begitu, madu masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan bijak.
Memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, mengombinasikannya dengan makanan bergizi seimbang, serta mengenali kondisi tubuh masing-masing adalah langkah penting untuk menghindari efek samping tersebut.
Mengetahui risiko dari konsumsi berlebihan dapat menjaga manfaat madu tetap optimal untuk kesehatan. (alodokter/Hello Sehat/Z-2)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari, terutama dari karbohidrat.
Jika tidak dikendalikan, hiperglikemia dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved