Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR kesehatan masyarakat, Hermawan Saputra menyampaikan bahwa program cek kesehatan gratis (CKG) bagi siswa yang digelar serentak pada Senin (4/8), dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat fondasi kesehatan nasional, khususnya pada segmen usia anak dan remaja.
"Pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagaimana yang sudah dikampanyekan sejak Februari 2025 tentu saja secara filosofis cukup baik dan bagus," kata Hermawan saat dihubungi, Senin (4/8).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sejatinya merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh data dasar dari berbagai segmen usia di Indonesia, khususnya siswa sekolah.
"Terkhusus untuk segmen siswa, artinya pada anak dan remaja sekolah, kegiatan ini bagus untuk melihat sisi perilaku, sisi risiko aktivitas dikaitkan dengan kondisi awal. Dan ini tentu saja berkaitan dengan investasi masa depan anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Hermawan pun menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan anak-anak sejak dini. Menurutnya, anak-anak yang berusia 10 hingga 15 tahun saat ini akan menjadi generasi produktif ketika Indonesia memasuki masa keemasan pada tahun 2045.
"Anak-anak kita yang berusia 10 tahun atau 15 tahun di tahun 2025, dia akan menjadi orang-orang dengan usia produktif 30 tahun atau 45 tahun di tahun 2045," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan saat ini akan sangat menentukan efektivitas intervensi program menuju Indonesia Emas. Berbagai aspek seperti gizi, mental, tumbuh kembang, hingga kesehatan fisik dan psikologis harus menjadi perhatian utama.
"Tentu saja keadaan kesehatan saat ini akan berpengaruh terhadap intervensi program menuju Indonesia Emas, baik dari aspek gizi, nanti bisa juga dari aspek mental, bisa juga dari aspek tumbuh kembang, dan juga kesehatan lain yang menyangkut aspek biologis, fisik, dan juga psikologis," jelasnya.
Lebih lanjut, Hermawan mengingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka. Ia mendorong adanya tindak lanjut yang nyata dan terukur dari hasil screening.
"Harapan saya tentu saja pemeriksaan ini bukan sekedar seremoni, screening-nya, tetapi juga harus ditindaklanjuti menjadi upaya yang terpadu dalam program-program kesehatan dasar," tuturnya.
Menurutnya, puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat juga harus aktif menindaklanjuti hasil dari pemetaan kondisi kesehatan siswa yang didapat dari kegiatan ini.
"Artinya secara serentak hari ini hasilnya harus menjadi acuan untuk tindak lanjut program apabila ditemukan risiko kesehatan atau hal-hal yang harus dikuatkan secara programatik untuk kesehatan nasional kita," pungkasnya. (Fik/M-3)
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved