Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membantu menyeberangkan siswa sekolah melintasi Sungai Wae Songka agar mereka dapat berangkat ke sekolah dengan aman.
Hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/1) menyebabkan debit air Sungai Wae Songka meningkat drastis.
Sungai yang memisahkan Kampung Lesem dan Desa Golo Riwu itu berubah menjadi arus deras dan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
“Ketika hujan turun di wilayah hulu, debit air sungai bisa naik secara tiba-tiba dan arusnya sangat kuat. Karena itu, kami tidak mengizinkan anak-anak menyeberang sendiri,” ujar Kapolsek Kuwus, Iptu Arsilinus Lentar, Kamis (29/1).
Setiap hari, sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa SD dan 10 siswa SMP asal Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, harus menyeberangi Sungai Wae Songka yang lebarnya sekitar 15 hingga 20 meter.
Para siswa tersebut bersekolah di SDK Wetik dan SMP Negeri 1 Kuwus Barat yang berada di seberang sungai.
Iptu Arsilinus menjelaskan, kondisi Sungai Wae Songka saat musim hujan kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak-anak karena debit air dapat meningkat dalam waktu singkat.
“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama kami. Menyeberangi sungai berarus deras sangat berisiko, terlebih bagi anak-anak,” tegasnya.
Sebagai solusi sementara, Polsek Kuwus juga berinisiatif membangun jembatan darurat. Jembatan tersebut direncanakan akan menghubungkan Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, dengan Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat.
“Pembangunan jembatan darurat ini merupakan tindak lanjut dari keluhan orang tua dan guru. Jembatan ini diharapkan dapat membantu aktivitas anak sekolah dan masyarakat selama musim hujan,” jelas Kapolsek.
Menurutnya, pembangunan jembatan darurat akan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari kedua desa, menggunakan material lokal seperti bambu, kayu, batu, dan pasir. (Z-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Tradisi halal bihalal untuk saling memaafkan antara siswa dan guru digelar pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setelah putusan etik ditetapkan, pelaku akan langsung dikembalikan ke wilayah hukum Polres Tual untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum pidana.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter mencatat antusiasme tinggi dari pelajar berbagai daerah. Dari 231 siswa yang mendaftar, sebanyak 158 siswa terpilih sebagai official delegates.
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved