Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Polisi Gendong Siswa Seberangi Sungai Deras di Manggarai Barat

Palce Amalo
29/1/2026 11:34
Polisi Gendong Siswa Seberangi Sungai Deras di Manggarai Barat
Polisi Menyeberangkan Siswa melewati sungai agar mereka tiba di sekolah dengan aman.(MI/Dok Polsek Kuwus)

SEJUMLAH personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membantu menyeberangkan siswa sekolah melintasi Sungai Wae Songka agar mereka dapat berangkat ke sekolah dengan aman.

Hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/1) menyebabkan debit air Sungai Wae Songka meningkat drastis. 

Sungai yang memisahkan Kampung Lesem dan Desa Golo Riwu itu berubah menjadi arus deras dan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.

Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.

“Ketika hujan turun di wilayah hulu, debit air sungai bisa naik secara tiba-tiba dan arusnya sangat kuat. Karena itu, kami tidak mengizinkan anak-anak menyeberang sendiri,” ujar Kapolsek Kuwus, Iptu Arsilinus Lentar, Kamis (29/1).

Setiap hari, sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa SD dan 10 siswa SMP asal Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, harus menyeberangi Sungai Wae Songka yang lebarnya sekitar 15 hingga 20 meter. 

Para siswa tersebut bersekolah di SDK Wetik dan SMP Negeri 1 Kuwus Barat yang berada di seberang sungai.

Iptu Arsilinus menjelaskan, kondisi Sungai Wae Songka saat musim hujan kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak-anak karena debit air dapat meningkat dalam waktu singkat.

“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama kami. Menyeberangi sungai berarus deras sangat berisiko, terlebih bagi anak-anak,” tegasnya.

Sebagai solusi sementara, Polsek Kuwus juga berinisiatif membangun jembatan darurat. Jembatan tersebut direncanakan akan menghubungkan Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, dengan Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat.

“Pembangunan jembatan darurat ini merupakan tindak lanjut dari keluhan orang tua dan guru. Jembatan ini diharapkan dapat membantu aktivitas anak sekolah dan masyarakat selama musim hujan,” jelas Kapolsek.

Menurutnya, pembangunan jembatan darurat akan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari kedua desa, menggunakan material lokal seperti bambu, kayu, batu, dan pasir. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya