Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kesejahteraan Siswa, Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas

Basuki Eka Purnama
14/1/2026 07:14
Kesejahteraan Siswa, Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas
Ilustrasi--Seorang guru memberikan penjelasan kepada siswa yang mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan metode pembelajaran smart classroom atau ruang kelas pintar di SMP Negeri 15 Denpasar, Bali.(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

SELAMA ini, tolok ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia kerap terpaku pada angka prestasi akademik. Namun, penelitian terbaru dari Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Neti Hernawati, menawarkan perspektif berbeda. 

Neti menegaskan bahwa kesejahteraan siswa (student well-being) seharusnya menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Dalam disertasinya yang berjudul "Peran Motivasi Akademik dalam Memediasi Pengaruh Efikasi Diri Akademik dan Iklim Sekolah terhadap Kesejahteraan Siswa SMA di Wilayah Perdesaan Pegunungan dan Pesisir Jawa Barat", Neti menyoroti bagaimana latar belakang geografis membentuk psikologi remaja dalam belajar.

“Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik,” ungkap Neti di Kampus UI Depok, Selasa (13/1).

Kontras Pegunungan dan Pesisir

Penelitian ini memfokuskan observasi pada siswa kelas XI di wilayah pegunungan dan pesisir Jawa Barat. Pemilihan kedua wilayah ini didasari oleh perbedaan karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang mencolok, yang diduga kuat memengaruhi pengalaman pendidikan siswa.

Masyarakat pegunungan cenderung memiliki komunitas yang homogen dengan ikatan sosial yang kuat dan pola hidup stabil. Sebaliknya, wilayah pesisir dicirikan oleh mobilitas sosial yang tinggi, interaksi yang dinamis, serta tantangan ekonomi dan lingkungan yang lebih kompleks.

Hasil penelitian menunjukkan fakta menarik: Siswa di wilayah pegunungan merasa lebih sejahtera dan menilai suasana sekolah mereka lebih positif dibandingkan siswa di pesisir. 

Perbedaan ini diduga berkaitan dengan pandangan siswa pegunungan yang melihat pendidikan sebagai sarana vital untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.

Peran Motivasi dan Iklim Sekolah

Meskipun terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan, penelitian menemukan bahwa efikasi diri akademik (keyakinan akan kemampuan diri) dan motivasi akademik siswa di kedua wilayah relatif sama. Namun, cara faktor-faktor ini bekerja memiliki pola yang unik:

Motivasi sebagai Jembatan: Efikasi diri akademik tidak secara langsung menentukan kesejahteraan siswa. Kepercayaan diri tersebut baru akan berdampak pada kebahagiaan siswa jika mereka memiliki motivasi akademik yang kuat.

Pentingnya Lingkungan: Iklim sekolah yang kondusif terbukti menjadi faktor penentu yang meningkatkan kesejahteraan siswa, baik di gunung maupun di pantai.

Kekuatan Motivasi di Pegunungan: Peran motivasi akademik dalam menjembatani rasa percaya diri terhadap kesejahteraan ditemukan lebih kuat pada siswa di wilayah pegunungan.

Penelitian ini memberikan wawasan bagi para pemangku kebijakan pendidikan bahwa intervensi untuk meningkatkan kualitas sekolah tidak bisa disamaratakan. 

Memahami konteks geografis dan memperkuat motivasi internal siswa adalah kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga bahagia dalam proses belajarnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya