Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai selama ini, kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Kritik tersebut dilayangkan JPPI setelah masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Akibatnya, terjadi pembiaran terhadap siswa yang belum menuntaskan kompetensi literasi dasar, sehingga masalah ini terus terakumulasi dan terbawa hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa ada intervensi yang berarti.
"Hal itu diperparah oleh buruknya sistem evaluasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan setempat. Evaluasi yang berjalan selama ini cenderung bersifat administratif dan hanya menyentuh permukaan, bukan evaluasi substantif yang memantau capaian belajar siswa secara nyata di lapangan," kata Ubaid saat dihubungi, Jumat (19/12).
Ia menyebut dinas pendidikan terkesan abai dalam memetakan sekolah-sekolah yang memiliki rapor literasi merah, sehingga fungsi supervisi dan pendampingan terhadap guru serta satuan pendidikan tidak berjalan efektif untuk memitigasi ketertinggalan siswa.
JPPI juga menilai bahwa bahasa daerah seharusnya menjadi jembatan pedagogis, bukan penghambat, jika guru dibekali dengan kapasitas yang memadai.
"Masalah utamanya tetap pada kegagalan sistem pengawasan dalam memastikan standar pelayanan minimal pendidikan terpenuhi. Oleh karena itu, diperlukan audit literasi menyeluruh di daerah yang masih ada siswa belum bisa membaca agar hak dasar anak untuk bisa membaca dan menulis tidak dikorbankan demi mengejar angka statistik semata," pungkasnya.
Sebelumnya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut masih ditemukan siswa SD, SMP, hingga SMA yang ternyata belum lancar membaca dan menulis. Temuan tersebut berdasarkan laporan langsung dari guru di Lombok Barat dan Sumbawa.
Hingga kini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum memberikan jawaban resmi terkait temuan tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto mengatakan akan menggelar konferensi pers terkait permasalahan tes kemampuan akademik (TKA) anak-anak Indonesia.
"Nanti hari Senin rencananya ada konpres (konferensi pers) tes kemampuan akademik, ditunggu saja ya," pungkasnya. (Iam/M-3)
Bantuan lainnya juga diberikan dengan menurunkan pegawai BBPMP Prov. Jawa Barat untuk terlibat langsung dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban.
Surat edaran ini juga mengatur penyeragaman pembacaan janji siswa dalam upacara bendera melalui penggunaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Kendati baru berusia satu tahun, sejumlah capaian nasional dan global berhasil diraih Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) melalui Super Aplikasi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen bergerak cepat dan terukur setelah capaian tahun 2024, khususnya melalui penguatan pada domain manajemen SPBE.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP Tahun 2026.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Melalui Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, sebanyak 716 judul buku cerita anak telah diproduksi dan dipilih secara ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved