Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA konsumsi gula di masyarakat membuat masyarakat terancam menderita penyakit diabetes melitus (DM). Pembatasan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di masyarakat harus segera dilakukan.
“Pemungutan cukai pada produk MBDK menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan terhadap potensi penyakit-penyakit yang menyerang pada anak maupun keluarga kita,” ungkap anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), prevalensi anak penderita diabetes meningkat 70 kali lipat pada 2023 dibanding tahun 2010. Kemudahan memperoleh makanan dan minuman manis menjadi salah satu penyebabnya.
Baca juga: Ini Ciri-Ciri Anak yang Terkena Diabetes
Oleh karena itu, Rahmad meminta pemerintah untuk menggencarkan edukasi serta sosialiasi soal penyakit diabetes. Pengetatan pada bidang regulasi pun menurutnya perlu dilakukan.
"Untuk itu saya kira, kita sampaikan kepada masyarakat, kepada anak-anak, kepada keluarga apa itu penyakit diabetes, apa itu risikonya, apa itu bahayanya, dan dampaknya jangka panjang," ujarnya.
Baca juga: Diabetes Anak Perlu Dapat Perhatian Khusus Masyarakat
Banyaknya penderita penyakit diabetes pun akhirnya membebani keuangan negara. Legislator PDI-Perjuangan itu meminta kolaborasi yang harmonis antar lembaga untuk berkomitmen memberantas penyakit diabetes dari Indonesia. Ia berharap dengan kolaborasi yang mantap, penderita diabetes di Indonesia bisa segera turun.
"Dengan kita kendalikan bersama-sama, maka pola hidup sehat, gerakan hidup sehat masyarakat menjadi salah satu kunci untuk kita bisa menjalani kehidupan ini dengan baik," pungkasnya. (Z-10)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Riset menemukan konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri, meningkatkan risiko peradangan bahkan pada orang sehat.
Food Policy Fellowship 2025 yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, resmi ditutup.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved