Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Purbaya Sebut Tambahan Dana Rp76 T ke Himbara Dorong Transmisi Kredit

Ihfa Firdausya
21/11/2025 10:07
Purbaya Sebut Tambahan Dana Rp76 T ke Himbara Dorong Transmisi Kredit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada forum 1 Tahun Prabowo-Gibran Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

 

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal. Pada 10 November 2025, pemerintah kembali menempatkan dana Rp76 triliun di BRI, Mandiri, BNI, dan Bank DKI. Masing-masing Rp25 triliun untuk Himbara dan Rp1 triliun untuk Bank DKI. 

"Jadi kita lihat tadinya base money-nya tumbuh 13,3%, di bulan Oktober turun sedikit ke 7,8%. Jadi kita pikir mungkin perlu didorong lagi kita masukkan lagi Rp76 triliun. Setelah penempatan tersebut, likuiditas domestik menguat, terbukti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang stabil di 11,5% dan pertumbuhan kredit yang solid di 7,4% pada bulan Oktober," papar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (20/11). 

Namun, katanya, dampak penuh dari bertambahnya likuiditas itu perlu sampai 2-3 bulan sejak uang itu diinjeksikan. 

"Jadi baru kita lihat impact penuhnya mungkin di Desember, Januari. Tapi yang jelas sekarang DPK-nya sudah tumbuh 20 digit, kredit juga sudah membaik, apalagi kredit investasi. Tujuan penempatan dana tersebut untuk menjaga biaya dana rendah agar tercapai," kata Purbaya. 

Secara keseluruhan, Purbaya menyatakan program penempatan Rp200 triliun menunjukkan impresi dampak yang baik. Hingga 31 Oktober, penempatan Rp200 triliun di Himbara dan BSI telah disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp188 triliun.  

Ia pun menunjukkan suku bunga deposito 6 bulan turun signifikan dari 6% menjadi 5,2% pada September 2025. Penurunan ini diharapkan diteruskan kepada masyarakat melalui suku bunga kredit tertimbang. 

"Data per Oktober 2025 menunjukkan suku bunga kredit tertimbang berada di 9%, turun dari 9,12% pada bulan Juli. Ini memberi indikasi bahwa intervensi pemerintah berhasil mendorong penurunan cost of fund untuk mendukung aktivitas investasi dan konsumsi," ungkap Purbaya. (Ifa/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik