Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Purbaya Tekankan Harga Gas Masela Harus Kompetitif

Insi Nantika Jelita
24/2/2026 20:13
Purbaya Tekankan Harga Gas Masela Harus Kompetitif
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(Dok. Antara)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan agar keekonomian harga gas yang diproduksi Inpex di Blok Masela tetap kompetitif. Hal itu disampaikan dalam sidang penyelesaian hambatan usaha (debottlenecking) bersama perwakilan Inpex Masela Ltd yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2).

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga menjanjikan akan meringankan berbagai hambatan usaha yang dihadapi perusahaan eksplorasi dan produksi migas terbesar di Jepang itu.

“Saya ingin memastikan jika ada sesuatu yang mengganggu bisnis Anda atau Anda berpikir untuk meningkatkan biaya produksi, biarkan kami tahu kami. Ini untuk memastikan produk Anda kompetitif di pasar global,” kata Purbaya.

Ia kemudian menyoroti posisi harga gas Masela dibandingkan dengan pasar global. Purbaya mempertanyakan kondisi pembelian, desain proyek, hingga daya saing harga gas yang dihasilkan.

“Menurut kondisi pembelian dan kondisi bagaimana dengan harganya gas Anda dibandingkan dengan pasar global di kondisi saat ini? Apakah Anda berpikir bahwa kita dapat membandingkan dengan pasar global?” ujarnya.

Menjawab hal tersebut, Executive Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan pasar domestik, namun untuk pembiayaan proyek tetap membutuhkan pembeli internasional.

“Jadi, kita harus mencapai seimbang yang adil antara pembeli internasional dan pembeli domestik,” kata dia.

Ia menambahkan  indikasi harga dari penjajakan awal dengan calon pembeli gas menunjukkan hasil yang cukup baik, meski prosesnya masih berada pada tahap awal.
Namun, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengembalian dan penyusunan perjanjian dengan para pembeli gas, yang nantinya akan menjadi penentu harga kargo yang akan dijual ke luar negeri.

"Kami telah melakukan beberapa penjajakan pasar awal dengan pembeli gas dan indikasi harganya kelihatan oke. Tetapi, masih awal bagi kami. Jadi, kami masih mengembalikan perjanjian dengan pembeli gas sendiri," ucap Jarrad.

Menurutnya, pemasaran gas dilakukan untuk pasar domestik dan internasional secara paralel, dengan target memperoleh letter of intent dan komitmen firm sebelum keputusan investasi final (FID).

“Pemasaran gas, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kita telah menuju ke pasar sendiri, pasar gas domestik dan internasional. Kami telah menentukan pembeli yang berpotensi dan kita sedang bernegosiasi dengan mereka," terangnya.

President Director Indonesia Inpex Masela Kenji Hasegawa menambahkan, minat pasar dalam negeri sangat positif.

“Mereka ingin membeli. Kami ingin melanjutkan pembicaraan mengenai indikasi dari harga dan kondisi komersial. Mungkin pada musim ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan head of Agreement (HoA) penjualan gas Masela dengan pembeli domestik seperti Pupuk Indonesia,PLN, dan PGN telah ditandatangani tahun lalu.

“Itu tahun lalu kita sudah HOA, tapi non-binding (tidak mengikat),” katanya.

Djoko menjelaskan harga gas pipa dalam Plan of Development (PoD) Blok Masela sebesar 6,8 dolar AS per million british thermal unit (mmbtu).

Menanggapi hal itu, Purbaya menilai harga tersebut seharusnya bisa mendorong daya saing industri domestik.

“Itu bisa dilempar ke domestic market kan? Kita beli mahal, kan? 12 dolar AS per mmbtu, sekarang industri-industri, kalau beli gas,” ujarnya.

Djoko menanggapi dengan mengatakan skema tersebut seharusnya bisa diwujudkan. Ia menambahkan alokasi LNG Masela direncanakan 40% untuk pasar domestik dan 60% untuk ekspor.

“Iya, harusnya sih bisa, pak. Kemudian kalau LNG-nya, itu 40% untuk domestic, dan ekspornya 60%," ucapnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya