Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GAYA hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Menyadari hal tersebut, Accelerating Consumer Transformation for Sustainability in Indonesia (ACT! Project) berkolaborasi dengan Narasi Academy menggelar kegiatan Narasi dan ACT! Project Go to Campus di Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Bali.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat kesadaran konsumen muda terhadap dampak pilihan konsumsi mereka pada proses produksi di hulu dan rantai distribusi.
Melalui keputusan membeli dan mengonsumsi secara sadar (mindful consumption), setiap individu dapat berkontribusi pada perubahan dunia yang lebih baik.
Acara di Bali ini diawali dengan workshop bertajuk Good Taste, Good Impact: Pilihan Konsumsi untuk Keberlanjutan Lingkungan, yang menghadirkan pakar industri.
Marketing Practitioners and General Manager Boemi Botanicals Ribka Anastasia menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren.
“Sustainability is not a trend, melainkan cara kita hidup untuk bertahan hingga generasi-generasi yang akan datang,” ujarnya.
Bagi perusahaannya, sertifikasi menjadi mekanisme penting untuk menunjukkan kepada konsumen komitmen penggunaan bahan yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Senada dengan hal itu, Marketing Manager APAC Krakakoa R.H. Pranata Koesmadiredja menjelaskan terobosan yang dilakukan perusahaannya.
Melalui proses bean to bar, Krakakoa melatih petani menerapkan sustainable agroforestry dan menerapkan perdagangan yang adil (fair trade) dengan membeli biji kakao di atas harga pasar.
“Hal ini selaras dengan salah satu misi Krakakoa, yaitu melawan kemiskinan,” jelas Pranata.
Sesi selanjutnya, talk show bertema Konsumsi Kita, Tanggung Jawab Siapa?, menghadirkan Chief Creative Officer Narasi, Jovial Da Lopez, dan Manager Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance Indonesia, Margareth Meutia.
Margareth Meutia menekankan pentingnya peran konsumen. “Melalui ACT! Project, kami mendorong konsumen untuk lebih kritis dalam mengkonsumsi berbagai produk,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dengan jumlah populasi atau konsumen yang terus bertambah, gaya konsumsi memiliki dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan sosial. Konsumen didorong untuk mengenali kriteria sertifikasi yang menjamin suatu produk dihasilkan secara benar.
Sementara itu, Jovial Da Lopez mengingatkan peserta akan urgensi kesadaran tersebut, terutama setelah terjadinya bencana seperti banjir bandang di beberapa wilayah Sumatra.
“Bencana ini menjadi momen yang tepat bagi kita semua untuk menyadari dampak dari pilihan dan gaya konsumsi kita,” katanya.
Jovial menyoroti kemudahan akses terhadap produk yang menyebabkan over consumption.
Ia berpesan, “Hal terpenting yang perlu kita bangun saat ini adalah rasa peduli dan tanggung jawab dalam diri kita, khususnya dalam hal konsumsi berbagai produk. Apa yang kita konsumsi, darimana asal produk yang kita konsumsi, dan bagaimana produk itu dihasilkan, adalah hal-hal yang harus kita pertanyakan sebelum mengkonsumsi produk apapun.”
Kegiatan di Bali ini merupakan campus activation kedua yang bertujuan mendorong konsumsi berkelanjutan pada anak muda, dihadiri oleh lebih dari 150 peserta.
Sebelumnya, acara serupa telah diadakan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 17 Oktober 2025.
ACT! Project sendiri merupakan konsorsium yang didukung Uni Eropa melalui program SWITCH-Asia, dan terdiri dari Rainforest Alliance, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), dan Cocoa Sustainability Partnership (CSP). (Z-1)
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
BALI Indonesia meraih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor.
BALI tetap menjadi destinasi papan atas pariwisata dunia walau diterpa berbagai isu seperti sampah, kemacetan, serta isu sepinya turis.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, kini memasuki babak pengujian hukum.
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menjadikan Bali sebagai pioneer penanganan sampah plastik. KLH menilai jika Bali lebih progresif dan proaktif dalam menangani sampah plastik sekali pakai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved