Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI kesehatan tidur dr Andreas Prasadja RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist) mengatakan gangguan tidur menghinggapi banyak orang, tapi masih dianggap sepele.
"Banyak orang sibuk kerja seharian penuh dan mengalami gangguan tidur. Mereka mengonsumsi kafein atau penambah energi yang sebenarnya hanya memperburuk kesehatan dan produktivitas, meski dirasakan ada efek stamina bertambah sementara," cetus Andreas kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu
Menurutnya, efek kafein bisa bertahan minimal 9 jam setelah dikonsumsi. Jika minum kopi di sore atau malam hari, dampaknya bisa menyebabkan kesulitan tidur.
Baca juga : Empat Tips Perbaiki Kualitas Tidur dengan Transformasi Interior Kamar
Kekurangan tidur akan mengganggu pikiran, memori, konsentrasi, kesigapan, dan suasana hati. Gangguan tidur juga menyebabkan depresi dan menurunnya daya tahan tubuh. Pada anak-anak, gangguan tidur bisa menghambat pertumbuhannya sehingga anak bertubuh lebih kecil daripada anak seusianya.
Andreas menjelaskan, dalam sehari, lama waktu tidur yang dibutuhkan sese-orang ialah 7-8 jam sesuai kebutuhan jam biologisnya. Selama tidur tubuh akan meregenerasi sel, mendukung fungsi otak, dan mengisi ulang energi tubuh.
Ia menjelaskan gangguan tidur beragam jenisnya, antara lain insomnia, hipersomnia, dan tidur mendengkur. "Insomnia muncul karena pola hidup yang kurang sehat seperti konsumsi kafein yang tidak terkendali," jelasnya.
Baca juga : 10 Hal yang Terlarang Setelah Pukul 10 Malam Menurut Ahli Diet
Selain mengonsumsi minuman berkafein, imbuhnya, faktor pencetus insomnia ialah stres, depresi, dan pengaruh obat-obatan.
Dengan banyaknya orang saat ini yang lebih mementingkan bekerja hingga melewati batas normal, otomatis mengabaikan tidur. Padahal, kesehatan tidur menjadi fondasi dalam paradigma kesehatan modern.
"Faktor utama yang menentukan yakni keseimbangan nutrisi, olahraga, dan yang menjadi fondasinya ialah kesehatan tidur," cetus Andreas.
Baca juga : 5 Tips Tidur Nyenyak Bebas Insomnia
Mau diet bagaimanapun, sahutnya, kalau tidurnya terganggu, membuat tubuh tidak sehat.
"Begitu juga dengan olahraga, bagaimanapun tanpa kesehatan tidur salah-salah bisa kena penyakit jantung," kata dokter pada Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta, itu.
Kepada para pasien yang mengalami gangguan tidur, Andreas memberikan sejumlah solusi sederhana, yakni setop konsumsi kafein, setop konsumsi nikotin, mengatur jadwal tidur harian dengan baik (tepat waktu), dan jangan berolahraga terlalu malam (jeda 3 jam sebelum tidur).
"Indikator kesehatan tidur kita sangat mudah yakni bangun segar, tidak mudah mengantuk siang hari, dan konsentrasi bagus saat beraktivitas," pungkasnya.
Jika cara itu tidak mempan juga, penderita gangguan tidur bisa berkonsultasi dengan tenaga medis dan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mencari penyebabnya dan mengobatinya segera. (H-2)
Sebuah penelitian besar di Perancis menunjukkan bahwa prevalensi insomnia berbeda-beda antar kelompok usia dan jenis kelamin, serta dipengaruhi oleh faktor sosial.
Insomnia biasanya terjadi karena stres atau kecemasan, kebiasaan tidur yang buruk, konsumsi kafein berlebih, gangguan kesehatan tertentu, efek samping obat, hingga pola hidup tidak teratur.
Insomnia umumnya ditandai dengan tiga pola gangguan tidur. Pertama, insomnia awal, yaitu ketika seseorang sulit memulai tidur.
Bulan purnama sering dikaitkan dengan insomnia dan perilaku aneh. Penelitian terbaru menjelaskan efeknya nyata tapi kecil.
Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya merasa lelah, tidak segar, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
Orang lanjut usia dengan insomnia kronis berisiko 40% lebih tinggi mengalami demensia atau gangguan kognitif ringan (MCI).
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved