Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dinkes Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspadai Penyakit Pascabanjir

Anton Kustedja
27/1/2026 19:10
Dinkes Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspadai Penyakit Pascabanjir
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara.(MI/ANTON KUSTEDJA)

DINAS Kesehatan Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul pascabanjir.

Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi  Arief Kurnia menyampaikan itu menyusul terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Penyakit pascabanjir umumnya mulai dirasakan warga sekitar satu pekan setelah banjir surut, terutama akibat paparan air kotor, lumpur, serta material lain yang terbawa banjir.

"Apalagi banjir tahun ini cukup besar dan membawa lumpur serta berbagai material lainnya. Penyakit yang sering dialami warga antara lain infeksi saluran pernapasan atas, batuk, pilek, demam, diare, gangguan kulit seperti dermatitis dan gatal-gatal, serta kelelahan yang menyebabkan pegal-pegal dan kelemahan otot," ujar Arief, Selasa (27/1).

Memasuki puncak musim penghujan ini, Dinkes Kabupaten Bekasi terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penyakit pascabanjir.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, lanjut Asep, pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk membentuk posko kesehatan, khususnya di wilayah terdampak banjir, guna mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang terkena dampak banjir, untuk selalu menjaga kesehatannya, memeriksakan diri ke posko-posko kesehatan baik yang ada di puskesmas maupun posko pengungsian masyarakat, dan menjaga kebersihan rumah pascabanjir," ujarnya.

Arief mengungkapkan, pascabanjir banyak warga yang mengeluhkan sakit batuk, pilek, serta gangguan penyakit kulit. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak berendam di air banjir dan selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama kulit.

"Untuk saat ini belum ada informasi masyarakat yang terkena DBD (Demam Berdarah Dengue), karena biasanya DBD itu banyak di musim pancaroba," paparnya.

Lebih lanjut, Arief mengakui bahwa pada musim penghujan ini rumah sakit di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan jumlah pasien dengan gangguan kesehatan. Namun, kondisi tersebut masih dapat ditangani dengan baik dan tidak termasuk kategori penyakit berbahaya.

Untuk layanan kegawatdaruratan kesehatan, warga dapat menghubungi Call Center 119 PSC atau Call Center 112 dengan menekan tombol 2, terutama bagi yang membutuhkan bantuan medis darurat seperti evakuasi pasien, kecelakaan, maupun persalinan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner