Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Babelan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan logistik dan kesehatan warga terdampak. Desa Huripjaya menjadi salah satu fokus perhatian karena tercatat sebagai wilayah terparah dengan total 970 kepala keluarga (KK) yang terdampak luapan air.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin memicu banjir akibat adanya sumbatan pada aliran Sungai Kelici.
"Kami turun bersama tim untuk memastikan kondisi di lapangan. Memang hujan lebat kemarin menyebabkan banjir, ditambah adanya sumbatan pada aliran Sungai Kelici," ujar Endin di Cikarang, Rabu (14/1).
Berdasarkan data di lapangan, titik banjir tersebar di beberapa kampung dengan ketinggian bervariasi. Di Kampung Cabang 4, ketinggian air mencapai 40-50 cm, Kampung Pondok 2 setinggi 50-60 cm, dan Kampung Gedong Jaya setinggi 30-40 cm.
Kondisi paling krusial terpantau di Kampung Setia Mekar dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm yang berdampak pada 400 KK. Berbeda dengan titik lain yang mulai surut, air di wilayah ini cenderung bertahan.
"Banjir di seluruh wilayah ini sudah mulai berangsur surut. Kecuali di Setia Mekar, air cenderung lama surut karena terkendala aliran Sungai Kelici yang tersumbat serta posisi permukiman berbatasan langsung dengan rawa," jelas Endin.
Langkah Normalisasi
Terkait penanganan jangka panjang, Pemkab Bekasi tengah menampung aspirasi warga terkait normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur. Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah berencana menggandeng pihak swasta.
"Kami juga harus melihat ketersediaan anggaran. Namun ada langkah lain yang akan kami upayakan, salah satunya menjajaki kerja sama dengan pihak Pertamina yang beroperasi di sekitar lokasi," katanya.
Mengenai bantuan, logistik telah dipusatkan di Kantor Desa Huripjaya untuk didistribusikan kepada warga. Endin berharap bantuan tersebut tersalurkan secara merata. "Logistik sudah didistribusikan. Mudah-mudahan Pak Lurah dan Pak Camat bisa menyalurkannya ke warga dan semua bisa kebagian," imbuhnya.
Mitigasi dan Kewaspadaan BPBD
Kepala Desa Huripjaya, M Yakub, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia memastikan pelayanan kesehatan bagi warga yang bertahan maupun mengungsi telah berjalan melalui puskesmas setempat.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi meminta masyarakat tetap waspada mengingat puncak musim hujan diprediksi berlangsung hingga akhir Januari. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut terdapat sekitar 12 titik banjir di Kabupaten Bekasi yang saat ini mulai berangsur surut.
"Mitigasi sudah kami lakukan dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat agar bersiap-siap. Apabila terjadi banjir, kami juga mengimbau warga untuk melakukan evakuasi mandiri sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Muchlis.
Terkait kerusakan infrastruktur, Muchlis melaporkan adanya tanggul jebol di wilayah Kecamatan Babelan akibat tingginya debit air. Saat ini, penanganan darurat tengah dilakukan, termasuk di Desa Sukamulya dan peninjauan genangan berulang di Desa Huripjaya. (AK/P-2)
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Aksi pencurian ini terpantau masif di beberapa titik, mulai dari Taman Kalimalang hingga area sekitar Stasiun Lemahabang.
Prioritas penanganan difokuskan pada Sungai CBL dan Sungai Ciherang karena peran vital keduanya dalam mengendalikan debit air di wilayah hilir, terutama kawasan permukiman padat penduduk.
POLISI mengamankan total 21 karung diduga berisi uang kertas rupiah dengan kondisi sudah dicacah-cacah dari sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Bekasi
Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan sebanyak 72 orang korban bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut hingga Sabtu (20/12) masih belum ditemukan.
Banyak warga memilih mengungsikan alat transportasinya, termasuk sepeda motor, ke kawasan perbukitan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir besar yang bisa datang kembali.
Penyaluran kebutuhan logistik bagi para pengungsi harus disesuaikan dengan jumlah korban yang sebenarnya serta dipastikan tidak ada bantuan yang sudah kedaluwarsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved