Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BPBD Agam: 72 Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi masih Dalam Pencarian

 Gana Buana
20/12/2025 16:38
BPBD Agam: 72 Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi masih Dalam Pencarian
72 orang korban bencana hidrometeorologi masih belum ditemukan.(Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan sebanyak 72 orang korban bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut hingga Sabtu (20/12) masih belum ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan puluhan korban itu diduga hilang akibat rangkaian kejadian banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang beberapa waktu lalu.

“Sampai hari ini ada 72 orang yang belum ditemukan,” ujarnya di Lubuk Basung.

Ia merinci, korban yang masih dicari tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Malalak sebanyak tiga orang, Palembayan 66 orang, Lubuk Basung satu orang, serta Tanjung Raya dua orang.

Proses pencarian, lanjut Rahmat, terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Pencarian juga dibantu penggunaan alat berat karena korban diduga tertimbun material yang terbawa banjir bandang.

Selain korban yang belum ditemukan, BPBD mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 192 orang. Rinciannya: Kecamatan Malalak 14 orang, Palembayan 138 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Ampek Nagari satu orang, serta 27 orang lainnya belum teridentifikasi.

Sementara itu, sebanyak empat korban masih menjalani perawatan. BPBD juga mencatat 4.081 warga mengungsi dan 26 jiwa dilaporkan masih terisolasi.

“Mereka berada di lokasi pengungsian dan kebutuhan logistik sudah didistribusikan,” kata Rahmat.

Bencana banjir bandang, longsor, banjir, dan angin puting beliung yang terjadi pada akhir November 2025 turut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman. Data sementara menunjukkan rumah mengalami rusak ringan 367 unit, rusak berat 287 unit, serta 851 unit tercatat dalam kategori kerusakan berat.

Kerusakan juga terjadi pada akses transportasi dan fasilitas umum. Jalan dilaporkan rusak di 21 titik, jembatan rusak 28 titik, tempat ibadah 27 unit, serta fasilitas pendidikan sebanyak 114 unit. Di sektor pertanian, lahan terdampak mencapai 2.044 hektare, ternak mati 5.481 ekor, dan infrastruktur pertanian rusak sebanyak 156 unit.

Rahmat menambahkan, terdapat lima kecamatan yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya