Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Korea Utara Kecam Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat

Basuki Eka Purnama
05/1/2026 09:49
Korea Utara Kecam Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat
Ilustrasi--Bendera Korea Utara.(AFP/KIM WON JIN)

PEMERINTAH Korea Utara (Korut) melalui Kementerian Luar Negerinya mengecam keras aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro

Pyongyang menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk "pelanggaran mencolok" terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.

Kecaman ini dirilis oleh kantor berita resmi Korut, KCNA, Minggu (4/1). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya memahami sepenuhnya gawatnya situasi di Venezuela yang dipicu oleh "tindakan paksaan" dari pihak AS.

"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," tegas kementerian tersebut dalam pernyataan resminya.

Pyongyang menilai intervensi militer ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang paling serius dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB, yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap integritas wilayah serta prinsip tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain. 

Lebih lanjut, Korut mendesak komunitas internasional untuk segera bersuara menentang tindakan AS demi mencegah konsekuensi buruk terhadap stabilitas hubungan internasional.

Kronologi Serangan dan Penangkapan

Ketegangan memuncak pada Sabtu (3/1) dini hari ketika pemerintah Venezuela melaporkan adanya serangan udara AS yang menargetkan berbagai instalasi sipil dan militer di beberapa wilayah negara bagian. Menyusul serangan tersebut, Venezuela segera menetapkan status keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi operasi berskala besar tersebut. Washington menyatakan bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela menuju pusat penahanan di New York.

Langkah drastis ini merupakan puncak dari tekanan diplomatik dan ekonomi selama berbulan-bulan. AS menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional—tuduhan yang sebelumnya telah dibantah keras oleh Maduro, yang menyatakan dirinya tetap terbuka untuk jalur dialog.

Pihak Pyongyang memperingatkan bahwa meningkatnya ketidakstabilan di Venezuela akibat intervensi ini hanya akan memperburuk situasi regional yang sudah rapuh dan menciptakan preseden buruk dalam hukum internasional. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya