Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dmitry Medvedev Sebut Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Ilegal

Basuki Eka Purnama
05/1/2026 09:39
Dmitry Medvedev Sebut Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS Ilegal
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev(AFP/YEKATERINA SHTUKINA)

WAKIL Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memberikan komentar tajam terkait tindakan militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. 

Medvedev menilai langkah pemerintahan Donald Trump tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang nyata, meski di sisi lain menunjukkan konsistensi politik Washington.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Rusia, Tass, Minggu (4/1), mantan Presiden Rusia tersebut menggambarkan penangkapan pemimpin Venezuela itu sebagai bentuk "pelanggaran hukum internasional yang jelas." Namun, Medvedev juga menyoroti pola pendekatan yang diambil oleh Trump.

"Pada saat yang sama, harus diakui bahwa, terlepas dari ilegalitas yang jelas dari perilaku Trump, dia memiliki konsistensi tertentu. Dia dan timnya sangat gigih membela kepentingan nasional negara mereka," ujar Medvedev.

Medvedev berpendapat bahwa Trump tidak lagi menutupi motif utama di balik intervensi tersebut, termasuk upaya penguasaan sumber daya minyak Venezuela. 

Menurutnya, tindakan agresif AS ini membuat Washington kehilangan posisi moral untuk mengkritik negara lain. 

Ia merujuk pada situasi perang di Ukraina dengan menyatakan bahwa AS kini "tidak memiliki alasan untuk mencela negara kami, bahkan secara formal."

Kronologi Serangan dan Penangkapan

Ketegangan memuncak setelah pemerintah Venezuela melaporkan adanya serangan skala besar oleh AS yang menargetkan instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian pada Sabtu (3/1). 

Atas serangan tersebut, Caracas sempat menyatakan keadaan darurat nasional sebelum akhirnya kabar penangkapan Maduro terkonfirmasi.

Trump kemudian mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. 

Saat ini, keduanya berada di pusat penahanan di New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba—tuduhan yang selama ini dibantah keras oleh Maduro.

Pascapenangkapan tersebut, Trump menegaskan bahwa AS akan "mengelola" Venezuela untuk memastikan transisi yang aman serta memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang dinilai telah "rusak".

Tekanan yang Memuncak

Intervensi militer ini merupakan puncak dari tekanan diplomatik dan ekonomi yang dilakukan Washington selama berbulan-bulan terhadap pemerintahan Maduro. 

AS menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional, sementara Maduro menuding balik bahwa tuduhan tersebut hanyalah dalih AS untuk menguasai kekayaan alam Venezuela. 

Sebelum penangkapannya, Maduro sempat menyatakan kesediaannya untuk melakukan dialog guna meredakan konflik. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya