Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memberikan komentar tajam terkait tindakan militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Medvedev menilai langkah pemerintahan Donald Trump tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang nyata, meski di sisi lain menunjukkan konsistensi politik Washington.
Dalam pernyataannya kepada kantor berita Rusia, Tass, Minggu (4/1), mantan Presiden Rusia tersebut menggambarkan penangkapan pemimpin Venezuela itu sebagai bentuk "pelanggaran hukum internasional yang jelas." Namun, Medvedev juga menyoroti pola pendekatan yang diambil oleh Trump.
"Pada saat yang sama, harus diakui bahwa, terlepas dari ilegalitas yang jelas dari perilaku Trump, dia memiliki konsistensi tertentu. Dia dan timnya sangat gigih membela kepentingan nasional negara mereka," ujar Medvedev.
Medvedev berpendapat bahwa Trump tidak lagi menutupi motif utama di balik intervensi tersebut, termasuk upaya penguasaan sumber daya minyak Venezuela.
Menurutnya, tindakan agresif AS ini membuat Washington kehilangan posisi moral untuk mengkritik negara lain.
Ia merujuk pada situasi perang di Ukraina dengan menyatakan bahwa AS kini "tidak memiliki alasan untuk mencela negara kami, bahkan secara formal."
Ketegangan memuncak setelah pemerintah Venezuela melaporkan adanya serangan skala besar oleh AS yang menargetkan instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian pada Sabtu (3/1).
Atas serangan tersebut, Caracas sempat menyatakan keadaan darurat nasional sebelum akhirnya kabar penangkapan Maduro terkonfirmasi.
Trump kemudian mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
Saat ini, keduanya berada di pusat penahanan di New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba—tuduhan yang selama ini dibantah keras oleh Maduro.
Pascapenangkapan tersebut, Trump menegaskan bahwa AS akan "mengelola" Venezuela untuk memastikan transisi yang aman serta memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang dinilai telah "rusak".
Intervensi militer ini merupakan puncak dari tekanan diplomatik dan ekonomi yang dilakukan Washington selama berbulan-bulan terhadap pemerintahan Maduro.
AS menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional, sementara Maduro menuding balik bahwa tuduhan tersebut hanyalah dalih AS untuk menguasai kekayaan alam Venezuela.
Sebelum penangkapannya, Maduro sempat menyatakan kesediaannya untuk melakukan dialog guna meredakan konflik. (Ant/Z-1)
Telusuri perjalanan Jesse Jackson, tokoh hak sipil Amerika Serikat yang menjembatani warisan Martin Luther King Jr menuju era kepemimpinan modern.
IRAN menyatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) terkait nuklirnya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih realistis, sehari menjelang putaran kedua perundingan
CITRA satelit mengungkap keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, 700 kilometer dari Iran,menjelang putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS
KOMISI I DPR RI akan mengawal hasil tindak lanjut dri keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Board of Peace di Amerika Serikat yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto
PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington, Amerika Serikat hadir dalam pertemuan perdana atau KTT Board of Peace bersama setkab Teddy Indra Wijaya dan Bahlil Lahadalia
Kunjungan presiden prabowo subianto yakni menghadiri pertemuan perdana atau KTT Board of Peace, Komisi I minta penghentian kekerasan, memastikan perlindungan bagi warga sipil di Palestina.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved