Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Rusia Desak AS Berhenti Kejar Tanker Minyak Bella 1 di Atlantik Utara

Thalatie K Yani
03/1/2026 09:32
Rusia Desak AS Berhenti Kejar Tanker Minyak Bella 1 di Atlantik Utara
Rusia kirim nota diplomatik ke AS untuk hentikan pengejaran tanker Bella 1. Ketegangan meningkat seiring blokade minyak Venezuela oleh pemerintahan Trump.(Media Sosial X)

HUBUNGAN diplomatik antara Rusia dan Amerika Serikat kembali memanas di awal tahun 2026. Rusia secara resmi mengajukan permintaan diplomatik agar Amerika Serikat menghentikan pengejaran terhadap sebuah kapal tanker minyak yang awalnya bertujuan ke Venezuela. Kapal tersebut telah berhasil menghindari kejaran otoritas AS selama hampir dua minggu.

Nota diplomatik (demarche) tersebut dikirimkan ke Departemen Luar Negeri AS pada malam tahun baru. Langkah ini diambil setelah kapal bernama Bella 1 itu muncul dalam daftar resmi pendaftaran kapal Rusia dengan identitas baru. Berdasarkan data publik, kapal tanker yang sudah menua dan berkarat tersebut saat ini terdeteksi berada di Samudra Atlantik Utara.

Pengejaran Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) ini merupakan bagian dari rangkaian tindakan eskalatif pemerintahan Donald Trump terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Nicolás Maduro. Bulan lalu, Trump mendeklarasikan blokade total terhadap tanker minyak yang dijatuhi sanksi yang transit menuju atau dari Venezuela.

Misi Penegakan Hukum atau Perubahan Rezim?

Meskipun Presiden Trump berulang kali menyatakan tindakan kerasnya bertujuan untuk menghentikan aliran narkoba ke Amerika Serikat, pernyataan berbeda muncul dari lingkaran dalamnya. Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, dalam wawancaranya dengan Vanity Fair bulan lalu, mengisyaratkan tujuan sebenarnya adalah perubahan rezim.

Wiles menyebutkan Trump ingin "terus meledakkan kapal sampai Maduro menyerah kalah."

Pengejaran terhadap Bella 1 dimulai pada 21 Desember lalu. Kapal tersebut melakukan putar balik di Karibia untuk menghindari penyitaan oleh Penjaga Pantai AS saat sedang dalam perjalanan menjemput minyak di Venezuela. Sejauh ini, AS telah menyita dua tanker minyak lainnya pada awal Desember.

Dilema Diplomatik di Tengah Perang

Permintaan resmi dari Moskow ini muncul di saat yang krusial. Pemerintahan Trump diketahui tengah melakukan upaya intensif untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina, di mana Trump telah berbicara dua kali dengan Presiden Vladimir Putin dalam sepekan terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, maupun Kedutaan Besar Rusia di Washington D.C. belum memberikan komentar resmi.

Pengejaran kapal di laut lepas ini juga mengundang kritik tajam, terutama terkait legalitas serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat perdagangan narkoba yang telah menewaskan banyak orang. Tindakan ini dianggap kontradiktif dengan janji kampanye Trump untuk menarik AS dari keterlibatan asing yang berisiko. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya