Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Amerika Serikat secara terbuka menyatakan keinginan mereka agar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, segera melepaskan kekuasaannya. Pernyataan ini menjadi salah satu indikasi terkuat sejauh ini Washington secara aktif mendorong perubahan kepemimpinan di Caracas melalui serangkaian tekanan militer dan ekonomi.
Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan posisi Washington dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Merujuk pada operasi pencegatan kapal-kapal pengangkut minyak, Noem memberikan pesan keras kepada dunia internasional.
"Kami tidak hanya mencegah kapal-kapal ini, tetapi kami juga mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa aktivitas ilegal yang dilakukan Maduro tidak dapat dibiarkan, dia harus pergi," tegas Noem.
Langkah tegas ini menyusul pengumuman Presiden Donald Trump awal bulan ini mengenai blokade terhadap kapal-kapal minyak yang terkena sanksi saat berlayar menuju atau dari Venezuela. Hingga saat ini, militer Amerika Serikat telah menyita dua unit kapal dan tengah mengejar kapal ketiga.
Washington tidak hanya menggunakan kekuatan laut, tetapi juga menyematkan tuduhan berat terhadap Maduro. Ia dituding memimpin organisasi "narco-teroris" yang dijuluki Cartel of the Suns (Kartel Matahari). Bahkan, pemerintah AS menawarkan hadiah sebesar US$50 juta (sekitar Rp780 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi hingga penangkapan Maduro.
Untuk memperkuat tekanan, Amerika Serikat telah mengerahkan armada kapal perang besar di Karibia, termasuk kapal induk terbesar di dunia. Pesawat militer AS pun dilaporkan berulang kali terbang di sepanjang pesisir pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir.
Selain blokade minyak, pasukan AS telah melakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan penyelundupan narkoba di Karibia dan Pasifik Timur. Operasi ini mengakibatkan kehancuran hampir 30 kapal dan merenggut sedikitnya 104 nyawa.
Meskipun administrasi Trump bersikeras bahwa target utama serangan adalah pemberantasan perdagangan narkoba, Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, memberikan pernyataan yang berbeda kepada majalah Vanity Fair. Wiles menyebut serangan tersebut memang sengaja dilakukan untuk menekan Venezuela.
Menurut Wiles, Presiden AS "ingin terus meledakkan kapal-kapal itu sampai Maduro menyerah."
Di sisi lain, operasi militer ini mulai menuai kritik internasional. Pemerintah AS dianggap belum memberikan bukti konklusif bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran benar-benar membawa narkotika. Sejumlah pakar hukum internasional pun memperingatkan bahwa serangan mematikan tersebut kemungkinan besar melanggar hukum internasional. (AFP/Z-2)
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved