Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

AS Kejar Kapal Tanker di Perairan Venezuela, Trump Perintahkan Blokade Total

Thalatie K Yani
22/12/2025 05:38
AS Kejar Kapal Tanker di Perairan Venezuela, Trump Perintahkan Blokade Total
Penjaga Pantai AS terlibat aksi pengejaran kapal tanker Bella 1 di perairan internasional dekat Venezuela. Langkah ini merupakan eskalasi blokade minyak rezim Maduro.(Media Sosial X)

KETEGANGAN di perairan internasional dekat Venezuela meningkat drastis setelah Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) terlibat aksi pengejaran terhadap sebuah kapal tanker, Minggu (21/12). Insiden ini merupakan bagian dari langkah tegas pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memutus jalur ekonomi utama industri minyak Venezuela.

Kapal yang menjadi sasaran, Bella 1, diketahui sedang berlayar menuju Venezuela untuk mengangkut minyak. Kapal ini sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi AS karena keterkaitannya dengan minyak Iran. Pejabat Amerika menyebut kapal tersebut sebagai bagian dari "armada bayangan" (shadow fleet) yang sering digunakan negara-negara tersanksi untuk menyelundupkan minyak.

Seorang pejabat AS, yang berbicara dalam kondisi anonim, mengungkapkan pengejaran bermula ketika personel Penjaga Pantai mencoba melakukan pemeriksaan (boarding) terhadap kapal tersebut. Namun, Bella 1 menolak berhenti dan terus berlayar, memicu aksi pengejaran aktif di laut lepas.

"Penjaga Pantai Amerika Serikat sedang dalam pengejaran aktif terhadap kapal armada gelap tersanksi yang merupakan bagian dari penghindaran sanksi ilegal Venezuela," ujar pejabat AS lainnya. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut mengibarkan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial.

Rangkaian Operasi Pencegatan

Aksi pada Minggu ini merupakan operasi kedua dalam dua hari berturut-turut. Pada Sabtu, AS berhasil mencegat tanker Centuries di perairan internasional. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, membagikan video operasi tersebut yang menunjukkan helikopter membayangi kapal tanker di tengah laut.

Noem menegaskan komitmen AS dalam menekan sumber pendanaan ilegal di kawasan tersebut.

"Amerika Serikat akan terus mengejar pergerakan minyak tersanksi secara ilegal yang digunakan untuk mendanai terorisme narkotika di kawasan ini," tegas Noem.

Blokade Total Donald Trump

Langkah agresif ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Donald Trump pekan lalu untuk melakukan blokade "lengkap" terhadap tanker-tanker tersanksi yang keluar masuk Venezuela. Trump menuduh pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, mendanai banjir narkoba dan migran ke AS melalui pendapatan minyaknya.

Meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, produksinya merosot tajam akibat sanksi internasional. Saat ini, sebagian besar minyak Venezuela dijual ke pasar China dan Asia melalui jaringan pengiriman ilegal.

Respons Keras Venezuela

Pemerintah Venezuela bereaksi keras terhadap tindakan AS dan menyebut blokade tersebut sebagai "ancaman yang gegabah dan serius." Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengeluarkan pernyataan tegas sebagai protes atas penyitaan kapal Centuries.

"Venezuela menolak pencurian dan pembajakan kapal swasta baru yang mengangkut minyak Venezuela. Kami akan mengambil semua tindakan yang tepat, termasuk melaporkan hal ini ke Dewan Keamanan PBB, organisasi multilateral lainnya, dan pemerintah dunia," ujar Rodriguez.

Situasi di Karibia kini terus dipantau secara ketat seiring dengan meningkatnya kehadiran militer dan patroli maritim AS di jalur-jalur utama perdagangan minyak Amerika Selatan tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya