Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro dijadwalkan akan hadir di pengadilan federal New York pada Senin (5/1) waktu setempat. Kehadiran Maduro di meja hijau ini menyusul penangkapan dirinya dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan laporan media lokal, Minggu (4/1), persidangan tersebut rencananya akan dimulai pukul 12.00 waktu setempat atau sekitar pukul 17.00 GMT. Bagi pemirsa di Indonesia, jadwal persidangan ini bertepatan dengan hari Selasa (6/1) pukul 00.00 WIB.
Juru bicara Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengonfirmasi bahwa Maduro tidak akan hadir sendirian. Istrinya, Cilia Flores, juga dijadwalkan hadir di pengadilan yang sama untuk menghadapi dakwaan dari otoritas hukum 'Negeri Paman Sam'.
Pasangan tersebut dilaporkan telah tiba di New York sejak Sabtu (3/1) malam di bawah pengawalan ketat.
Saat ini, Maduro dan Flores mendekam di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, sebuah fasilitas penahanan federal yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi.
Langkah hukum ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS melayangkan dakwaan serius terhadap keduanya. Maduro dan Flores dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional serta menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok yang diklasifikasikan oleh AS sebagai organisasi teroris.
Meski menghadapi tekanan hukum yang besar di New York, Maduro secara tegas membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyatakan bahwa segala tudingan perdagangan narkoba tersebut tidak berdasar.
Di sisi lain, situasi di Caracas, ibu kota Venezuela, mulai memanas. Para pejabat pemerintahan di sana dilaporkan melakukan konsolidasi dan menyerukan pembebasan segera bagi pasangan tersebut.
Penangkapan melalui operasi militer ini dianggap oleh pihak Venezuela sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di sekitar pengadilan federal New York telah diperketat menjelang sidang perdana yang akan menjadi perhatian dunia internasional tersebut. (Ant/Z-1)
BADAI musim dingin berskala besar yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir pekan menyebabkan sedikitnya 30 orang meninggal dunia.
Penarikan sebagian agen ICE dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat di Minneapolis, Minnesota, hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengubah pendekatannya menyusul gelombang kecaman nasional atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis yang melibatkan aparat ICE.
SUASANA duka bercampur kemarahan menyelimuti jalan-jalan Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), setelah penembakan terhadap seorang perawat Alex Pretti oleh aparat federal ICE.
Badai musim dingin dahsyat di Amerika Serikat telah merenggut sedikitnya 20 nyawa. Suhu beku diprediksi terus bertahan saat badai baru mulai mengintai.
PENEMBAKAN warga negara Amerika Serikat oleh Agen Patroli Perbatasan di Minneapolis kembali memicu kemarahan publik.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan pembebasan ratusan tahanan. Donald Trump klaim hubungan AS-Venezuela kini membaik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved