Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait meningkatnya ketegangan di Venezuela, terutama menyusul tindakan militer Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut. Guterres menilai langkah tersebut berisiko menciptakan standar baru yang merusak tatanan global.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Minggu (4/1) WIB, Guterres menegaskan bahwa intervensi semacam itu merupakan ancaman bagi stabilitas hukum internasional.
PBB memandang situasi ini bukan sekadar persoalan satu negara, melainkan potensi ancaman bagi kedaulatan hukum di mata dunia.
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh — oleh semua pihak — terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," ujar Dujarric dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, Dujarric mengungkapkan bahwa Guterres sangat prihatin melihat aturan hukum internasional yang kian tidak dihormati. Pengabaian terhadap prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dianggap dapat memicu kekacauan diplomatik yang lebih luas.
Pimpinan tertinggi PBB tersebut secara spesifik menyoroti eskalasi yang terjadi baru-baru ini di Venezuela. Ia memberikan peringatan keras bahwa tindakan militer dan ketegangan yang terus memuncak memiliki "potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut."
Ketidakstabilan di Venezuela dikhawatirkan akan merembet dan mengganggu keseimbangan politik serta keamanan di negara-negara tetangga di Amerika Latin.
Sebagai solusi atas krisis yang terjadi, Guterres mendesak seluruh pihak yang terlibat, baik aktor domestik di Venezuela maupun kekuatan internasional, untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. PBB menekankan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan melalui jalur politik yang damai dan terbuka.
Guterres mengimbau semua pihak untuk terlibat dalam dialog inklusif, "dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum," tegas pernyataan tersebut.
Sikap tegas PBB ini menjadi pengingat bagi komunitas internasional akan pentingnya menjaga kedaulatan suatu negara dan mengedepankan hak asasi manusia di tengah situasi konflik yang memanas. (Ant/Z-1)
Jubir Taliban Zabihullah Mujahid tegaskan dukungan bagi Iran jika AS menyerang. Simak analisis hubungan Kabul-Teheran & dinamika keamanan Timur Tengah 2026.
PEMERINTAH mematangkan persiapan menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, salah satunya soal tarif dagang. Itu dibahas saat pertemuan Prabowo
LANGKAH Indonesia bergabung sebagai anggota awal Board of Peace (BoP) dinilai sebagai pisau bermata dua bagi diplomasi nasional.
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
PEMERINTAH Indonesia menegaskan rencana pengerahan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza akan sepenuhnya berfokus pada misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Serangan Rusia di Bogodukhiv, Ukraina, tewaskan 4 warga sipil termasuk 3 balita. Tragedi ini terjadi di tengah upaya negosiasi damai di Abu Dhabi.
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved