Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Memanas, Ini Perbandingan Kemampuan Militer Kamboja dan Thailand

Ferdian Ananda Majni
12/12/2025 12:21
Memanas, Ini Perbandingan Kemampuan Militer Kamboja dan Thailand
Peta wilayah Kamboja dan Thailand.(Dok. Goo)

KETEGANGAN berkepanjangan antara Kamboja dan Thailand akhirnya pecah menjadi bentrokan bersenjata, menandai pertempuran terbesar antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut dalam lebih dari sepuluh tahun.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, menyerukan langkah menahan diri dan berencana menghubungi pemimpin kedua negara untuk mendorong penyelesaian damai. Tiongkok turut menyatakan keprihatinan atas situasi tersebut dan siap membantu upaya menurunkan eskalasi.

Selama lebih dari satu abad, kedua negara memperebutkan sejumlah titik perbatasan darat sepanjang 817 km atau 508 mil yang belum ditetapkan dengan jelas.

Perselisihan ini beberapa kali memicu bentrokan dan menimbulkan korban jiwa, termasuk insiden tembak-menembak pada 2011 yang berlangsung selama sepekan.

Ketegangan kembali meningkat pada Mei setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam insiden baku tembak singkat, yang kemudian berkembang menjadi krisis diplomatik dan kini berujung pada pertempuran terbuka.

Berikut perbandingan kekuatan militer kedua negara berdasarkan data International Institute for Strategic Studies (IISS), London:

Anggaran dan Personel Darat

Kamboja mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar US$1,3 miliar pada 2024 dengan 124.300 personel aktif. Angkatan bersenjata negara itu terbentuk pada 1993 melalui penggabungan militer Komunis serta dua kelompok perlawanan.

Komponen darat menjadi kekuatan utama dengan sekitar 75.000 prajurit, didukung lebih dari 200 tank tempur serta sekitar 480 sistem artileri.

Thailand, yang berstatus sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat memiliki anggaran pertahanan jauh lebih besar, yakni US$5,73 miliar pada 2024, serta total 360.000 personel militer aktif.

Angkatan darat Thailand mencakup 245.000 personel, termasuk sekitar 115.000 wajib militer, didukung sekitar 400 tank tempur, lebih dari 1.200 kendaraan pengangkut personel lapis baja, dan sekitar 2.600 artileri.

Mereka juga memiliki armada udara internal berupa pesawat angkut, helikopter Black Hawk buatan AS dan sejumlah UAV.

Angkatan Udara

Angkatan Udara Kamboja beranggotakan sekitar 1.500 personel dengan inventaris kecil yang terdiri dari 10 pesawat angkut dan 10 helikopter angkut.

Tidak ada pesawat tempur dalam armada mereka, namun tersedia 16 helikopter multi-peran, termasuk enam Mi-17 buatan Rusia dan 10 Z-9 buatan Tiongkok.

Sebaliknya, Thailand mengoperasikan salah satu armada udara terlengkap di Asia Tenggara. Dengan sekitar 46.000 personel, mereka memiliki 112 jet tempur, termasuk 28 F-16 dan 11 Gripen buatan Swedia serta puluhan helikopter pendukung.

Angkatan Laut

Angkatan Laut Kamboja memiliki sekitar 2.800 personel, termasuk 1.500 marinir, dengan armada terdiri dari 13 kapal patroli dan kapal tempur pesisir serta satu kapal pendaratan amfibi.

Thailand unggul jauh dengan hampir 70.000 personel yang mencakup penerbangan angkatan laut, marinir, pertahanan pantai dan komponen wajib militer.

Mereka mengoperasikan satu kapal induk, tujuh fregat, serta 68 kapal patroli dan kapal tempur pesisir. Armada tersebut juga diperkuat sejumlah kapal amfibi dan kapal pendaratan berkapasitas besar, ditambah 14 kapal pendaratan ukuran lebih kecil.

Divisi penerbangan angkatan laut Thailand memiliki helikopter dan UAV sendiri. Sementara itu, korps marinir terdiri dari 23.000 personel dengan dukungan puluhan kendaraan tempur bersenjata. (The Independent/H-3)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik