Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Thailand dan Kamboja Lanjutkan Pembahasan Gencatan Senjata 24 Desember

Irvan Sihombing
23/12/2025 10:59
Thailand dan Kamboja Lanjutkan Pembahasan Gencatan Senjata 24 Desember
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phugangketkeow berbicara selama konferensi pers di Kementerian Luar Negeri di Bangkok, Thailand, 13 Desember 2025.(Xinhua/Sun Weitong)

MENTERI Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyambut baik dimulainya kembali pembicaraan gencatan senjata dengan Kamboja. Hal ini disampaikan setelah menghadiri Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN Khusus di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (22/12/2025).

Pemerintah Thailand menyatakan akan membahas lebih lanjut rincian gencatan senjata dalam pertemuan lanjutan dengan Kamboja yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan khusus yang digelar untuk menangani konflik yang tengah berlangsung, Sihasak mengatakan Thailand berharap isu-isu terkait dapat dibahas melalui jalur bilateral guna mengakhiri pertikaian di wilayah perbatasan.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan mengenai gencatan senjata akan dilakukan dalam kerangka Komite Perbatasan Umum atau General Border Committee.

Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN Khusus digelar di Kuala Lumpur pada Senin untuk membahas konflik Thailand-Kamboja, seiring upaya ASEAN mendorong deeskalasi ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara. (Xinhua/Ant/I-1)

Ringkasan:

- Jadwal dan Mekanisme Perundingan

Thailand dan Kamboja telah menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas rincian teknis deeskalasi konflik:

  •     Tanggal Pertemuan: 24 Desember.
  •     Kerangka Kerja: Komite Perbatasan Umum (General Border Committee).
  •     Jalur Komunikasi: Thailand menekankan penggunaan jalur bilateral dalam membahas isu-isu terkait.

- Tujuan Pertemuan Khusus ASEAN

Pertemuan tingkat menteri luar negeri di Malaysia ini digelar secara khusus untuk:

  •     Menangani konflik bersenjata yang sedang berlangsung di perbatasan.
  •     Mendorong deeskalasi ketegangan antara kedua negara.
  •     Memfasilitasi dialog damai dalam kapasitas ASEAN sebagai kelompok regional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik