Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

ASEAN Serukan Deeskalasi Total Konflik Thailand-Kamboja

Irvan Sihombing
23/12/2025 11:18
ASEAN Serukan Deeskalasi Total Konflik Thailand-Kamboja
Warga Kamboja yang dievakuasi dari konflik perbatasan Kamboja-Thailand berkumpul di sebuah tempat pengungsian, Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Sabtu (26/7/2025).(Xinhua/Sao Khuth)

ASEAN menyerukan deeskalasi total dan penghentian perseteruan antara Thailand dan Kamboja. Seusai pertemuan khusus, para Menteri Luar Negeri ASEAN di Kuala Lumpur menyerukan kedua negara bertetangga saling menahan diri. 

"Para Menteri Luar Negeri ASEAN menyambut baik diskusi terkait diberlakukannya kembali gencatan senjata dan penghentian perseteruan," menurut pernyataan itu.

Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN Khusus digelar pada Senin (23/12) di Kuala Lumpur, Malaysia, guna membahas konflik Thailand-Kamboja, di tengah upaya kelompok regional itu untuk mendorong deeskalasi. 

Pertemuan itu juga mendesak Thailand dan Kamboja untuk memulihkan kepercayaan dan keyakinan satu sama lain, serta kembali menempuh jalur dialog. Upaya dialog tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk jalur bilateral.

ASEAN menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut di wilayah perbatasan.

Komite Perbatasan Umum atau General Border Committee dijadwalkan menggelar pertemuan pada 24 Desember untuk membahas implementasi serta mekanisme verifikasi gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. (Xinhua/Ant/I-1)

Hasil Utama Pertemuan Khusus ASEAN

Pernyataan resmi yang dikeluarkan usai pertemuan tersebut mencatat beberapa poin krusial bagi perdamaian regional:

  1. Pemberlakuan Gencatan Senjata: ASEAN menyambut baik diskusi terkait pengaktifan kembali gencatan senjata dan penghentian segala bentuk perseteruan.
  2. Pemulihan Jalur Dialog: Thailand dan Kamboja didorong untuk kembali menempuh jalur dialog, termasuk melalui pemanfaatan mekanisme bilateral yang ada.
  3. Pertemuan Lanjutan: Komite Perbatasan Umum (General Border Committee) dijadwalkan bertemu pada 24 Desember untuk membahas implementasi serta verifikasi gencatan senjata di lapangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik