Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Israel telah menyetujui persyaratan penting untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Namun, belum jelas apakah Hamas akan menerima proposal tersebut.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Qatar dan Mesir akan menjadi pihak yang menyampaikan kesepakatan tersebut kepada Hamas.
“Perwakilan saya telah mengadakan pertemuan yang panjang dan produktif dengan pihak Israel hari ini mengenai Gaza,” tulis Trump. “Israel telah menyetujui persyaratan penting untuk menyelesaikan gencatan senjata selama 60 hari. Selama masa itu, kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri perang. Qatar dan Mesir, yang telah bekerja sangat keras demi perdamaian, akan menyampaikan proposal akhir ini. Saya harap demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini—karena tidak akan ada tawaran yang lebih baik. Hanya akan menjadi lebih buruk. Terima kasih atas perhatiannya!”
Menurut dua pejabat pemerintahan, kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Hamas.
CNN sebelumnya melaporkan Qatar telah menyerahkan proposal gencatan senjata 60 hari kepada Hamas dan Israel pada hari yang sama, dengan dukungan penuh dari pemerintahan Trump. Proposal ini merupakan hasil upaya diplomatik selama berbulan-bulan yang dipimpin oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff.
Penyerahan proposal bertepatan dengan kunjungan Menteri Urusan Strategis Israel, Ron Dermer, ke Washington untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi AS.
Proposal gencatan senjata terbaru ini juga hadir hanya beberapa hari setelah Qatar membantu menengahi ketegangan antara Iran dan Israel menyusul serangan terhadap program nuklir Iran. Selain itu, ini merupakan versi revisi dari proposal sebelumnya yang pernah diajukan AS namun ditolak oleh Hamas.
Sumber CNN menyebut proposal kali ini mempertimbangkan sejumlah keberatan Hamas terhadap versi sebelumnya. Selama masa gencatan senjata, akan ada pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina—yakni pembebasan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.
Pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait isi proposal tersebut, yang sudah lebih dulu dilaporkan sebelum pernyataan Trump di media sosial.
Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin mendatang di Gedung Putih. CNN sebelumnya melaporkan Netanyahu tengah mempertimbangkan dua opsi: mengejar gencatan senjata atau meningkatkan serangan ke Gaza.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada CNN, meskipun tujuan utama militer Israel belum sepenuhnya tercapai, kekuatan Hamas sudah semakin menyusut dan bersembunyi, sehingga semakin sulit untuk ditargetkan secara efektif.
Pada Minggu lalu, Netanyahu menyatakan operasi militer Israel terhadap Iran telah membuka banyak peluang, termasuk kemungkinan untuk memulangkan para sandera yang masih ditahan di Gaza.
Trump menegaskan bahwa ia akan bersikap tegas dalam pertemuan pekan depan dengan Netanyahu. Ia juga mengklaim yakin bahwa Netanyahu ingin mengakhiri perang.
“Dia ingin [mengakhirinya]. Saya bisa pastikan itu. Saya rasa kita akan mencapai kesepakatan minggu depan,” ucap Trump kepada wartawan.
Meski proposal gencatan senjata sudah di atas meja, tantangan utama tetap pada persetujuan dari Hamas. Kelompok tersebut selama ini menuntut gencatan senjata permanen, bukan hanya jeda sementara. Hamas juga masih memegang tuntutan bahwa mereka harus tetap berkuasa di Gaza—sesuatu yang tidak akan disetujui oleh Israel.
Namun, seorang sumber menyebut bahwa belakangan ini terdapat tanda-tanda bahwa Hamas mulai melunak dalam beberapa tuntutan garis kerasnya. (CNN/Z-2)
Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi.
Rusia ajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB desak gencatan senjata di Timur Tengah. Moskow minta semua pihak hentikan eskalasi dan kembali ke meja perundingan.
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi tegaskan tidak butuh gencatan senjata dan siap hadapi invasi darat AS.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved