Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Komandan Hamas Diculik di Gaza, Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

Haufan Hasyim Salengke
30/3/2026 19:45
Komandan Hamas Diculik di Gaza, Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat
Seorang komandan terkemuka sayap bersenjata Hamas diculik di Kota Gaza, Palestina.(Getty)

SEORANG komandan lapangan sayap militer HamasBrigade Al-Qassam, dilaporkan diculik oleh pria bersenjata tak dikenal di Gaza City, Minggu (30/3) malam waktu setempat. Insiden itu memicu operasi pencarian besar-besaran oleh kelompok tersebut di wilayah kantong Palestina itu.

Sumber yang dikutip media Asharq Al-Awsat menyebut komandan yang berafiliasi dengan Brigade Al-Qassam diculik di lingkungan Tel al-Hawa. Para pejuang Hamas kemudian dikerahkan untuk memburu pelaku yang diduga melarikan diri menggunakan dua kendaraan. Baku tembak dilaporkan terjadi selama operasi berlangsung.

Seorang sumber Hamas mengatakan penculikan tersebut “kemungkinan dilakukan oleh pasukan khusus Israel atau kelompok bersenjata yang bekerja sama dengan Israel”. Namun, belum ada konfirmasi independen terkait klaim tersebut.

Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan upaya pembunuhan terhadap seorang tokoh keamanan yang terkait Hamas di lokasi lain di Gaza. Korban dilaporkan mengalami luka ringan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Jalur Gaza disebut mengalami sejumlah upaya infiltrasi oleh kelompok bersenjata yang diyakini mendapat dukungan Israel, yang kerap memicu bentrokan dengan pejuang Hamas.

Pemuda Palestina Tewas di Hebron

Di wilayah pendudukan Tepi Barat, militer Israel menembak mati seorang warga Palestina berusia 22 tahun, Ramzi Abdul Hakim Mohammad al-Awawdeh, saat pasukan Israel melakukan penggerebekan di Kota Kharsa, dekat Dura, barat daya Hebron.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan korban meninggal akibat luka tembak. Sumber lokal menyebut pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat sebuah persimpangan kota dan mencegah tim medis menjangkau korban setelah menyita kunci ambulans. Jenazah korban dilaporkan turut ditahan oleh otoritas Israel.

Sementara itu, pengawas umum organisasi hak asasi manusia Al-Baidar, Hassan Mlihate, mengatakan pasukan Israel mulai memasang gerbang besi di dekat sekolah al-Safa di Halhul, utara Hebron, yang memutus akses jalan penghubung sejumlah desa.

Ia juga menyebut sejumlah pemukim Israel mendirikan tenda di lahan milik warga Palestina di wilayah antara Jaba dan Sanur, tenggara Jenin. Langkah itu memunculkan kekhawatiran akan berdirinya pos permukiman baru.

Militer Israel juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat hingga Senin (30/3) dini hari, dengan menahan beberapa warga Palestina dalam operasi yang oleh warga setempat disebut sebagai bagian dari rangkaian penangkapan dan penggerebekan berkelanjutan. (The New Arab/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya