Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Studi Independen Ungkap Korban Tewas Perang Gaza 35 Persen Lebih Tinggi dari Data Resmi

Haufan Hasyim Salengke
20/2/2026 16:40
Studi Independen Ungkap Korban Tewas Perang Gaza 35 Persen Lebih Tinggi dari Data Resmi
Studi indpenden memperkirakan sekitar 75.000 jiwa warga Gaza tewas akibat serangan Israel hingga awal Januari 2025.(Ali Jadallah / Anadolu via Getty Images)

SEBUAH penelitian independen berbasis populasi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Global Health mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa di Gaza akibat perang Israel-Hamas jauh melampaui angka resmi yang dirilis pemerintah setempat. Studi tersebut memperkirakan angka kematian langsung akibat serangan Israel mencapai sekitar 75.000 jiwa hingga awal Januari 2025.

Laporan ini menyebutkan bahwa jumlah fatalitas terkait konflik antara 7 Oktober 2023 hingga 5 Januari 2025 tercatat 35 persen lebih tinggi dibandingkan data Kementerian Kesehatan Gaza. Peneliti memperkirakan sekitar 3 hingga 4 persen dari total populasi Gaza telah tewas secara tragis dalam periode tersebut.

Metodologi dan Temuan

Para peneliti melakukan survei terhadap 2.000 rumah tangga yang mewakili hampir 10.000 orang di seluruh Jalur Gaza, termasuk keluarga pengungsi dari zona yang sulit diakses. Meski total angka kematian lebih tinggi, profil demografis korban terpantau konsisten dengan laporan resmi: sekitar 56% korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan lansia di atas 64 tahun.

"Temuan ini sekaligus membantah klaim bahwa otoritas kesehatan di Gaza melebih-lebihkan jumlah korban. Sebaliknya, angka resmi selama ini justru bersifat konservatif dan dapat diandalkan," tulis laporan tersebut.

Kematian tidak Langsung

Selain kematian akibat kekerasan langsung, studi ini mengestimasi adanya 16.000 kematian nonkekerasan selama periode yang sama. Dari jumlah tersebut, 8.500 di antaranya merupakan "kematian berlebih" (excess deaths) yang melampaui tingkat mortalitas sebelum perang, dipicu oleh hancurnya infrastruktur kesehatan dan krisis kemanusiaan.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza per 16 Februari 2026 mencatat setidaknya 72.063 orang tewas sejak awal konflik. Ironisnya, lebih dari 600 kematian tetap terjadi dan tercatat meski gencatan senjata yang didukung AS telah diumumkan sejak Oktober 2025. Para peneliti memperingatkan bahwa angka kematian tidak langsung berpotensi melonjak seiring memburuknya kondisi kemanusiaan pascaberakhirnya pengumpulan data pada Januari 2025. (Russia Today/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya