Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ALI Murtado, 24, mahasiswa asal Indonesia, membagikan pengalamannya saat proses evakuasi dari Iran di tengah situasi genting akibat serangan Israel. 11 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akibat konflik yang terjadi di negara tersebut dan Israel tiba di Bandara Soekarno Hatta pada hari ini, Selasa (24/6) malam.
"Kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel beberapa saat, lalu berhenti beberapa saat, dan kadang-kadang lanjut lagi. Lokasi saya di Kota Qom, Iran," ucap Ali dikutip Antara, Rabu (25/6).
Ali menjelaskan bahwa proses evakuasi melalui jalur darat sempat terhenti karena serangan drone dari Israel. Bersama WNI lainnya, ia harus berlindung di tempat perlindungan bawah tanah yang telah disiapkan oleh pemerintah Iran.
"Saya sempat mendengar suara ledakan besar sebanyak dua kali dan mayoritas serangan Israel itu berhasil ditepis Iran," kata Ali.
Perjalanan evakuasi dimulai dari Kota Qom menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, lalu dilanjutkan ke perbatasan Baku, Azerbaijan. Menurut Ali, perjalanan itu memakan waktu sekitar empat hingga lima hari melalui jalur darat.
"Kami menginap satu hari di gedung KBRI, setelah itu jam 07.00 waktu setempat kami berangkat ke perbatasan Iran-Azerbaijan di wilayah Baku. Di sana kami itu menginap selama sekitar dua hari baru diterbangkan ke Istanbul lalu ke Jakarta," ucap Ali.
Secara keseluruhan, sebanyak 97 WNI berhasil dievakuasi ke Baku oleh KBRI. Dari jumlah itu, tahap pertama pemulangan mencakup 29 orang dengan penerbangan berbeda-beda menuju Indonesia.
Namun, karena situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas, hanya 11 orang yang berhasil tiba di Indonesia lebih awal menggunakan penerbangan Turkish Airlines (TK 56) dengan tujuan Cengkareng, Jakarta. Mereka mendarat sekitar pukul 17.35 WIB.
Sementara dari total 29 WNI yang dipulangkan, ada 18 orang lagi tertahan di Qatar karena di sana ada penutupan bandara, jadi untuk penerbangannya tertunda. (Ant/P-4)
SEBANYAK 11 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akibat konflik yang terjadi di negara tersebut dan Israel tiba di Bandara Soekarno Hatta pada hari ini, Selasa (24/6) malam.
97 orang WNI yang berhasil dievakuasi tersebut dilakukan beberapa tahapan pemulangan, dimana tahap pertama ada 29 orang diterbangkan ke Tanah Air.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkapkan sebanyak 68 dari total 97 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah dievakuasi dari Iran masih menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air.
68 orang dari total 97 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran masih menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air dan masih berada di KBRI Teheran dan Baku.
SEBANYAK 11 warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran telah kembali ke Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (24/6) sekitar Pukul 17.35 WIB.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berakar pada perubahan politik sejak Revolusi Iran 1979, yang mengakhiri hubungan strategis Teheran dengan Barat.
TIGA kapal menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Minggu (1/3), di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel.
Israel luncurkan operasi "Lion's Roar" ke Iran. Serangan gabungan AS sasar rumah pejabat, markas intelijen, hingga lumpuhkan jaringan internet melalui aksi siber.
AS dan Israel luncurkan serangan gabungan ke Iran. Ledakan guncang Teheran dan Isfahan dalam operasi militer besar yang diprediksi berlangsung selama empat hari.
Pejabat militer Israel mengakui rudal Iran mengenai sasaran target militernya, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk lokasi dan tingkat keparahannya.
Keduanya langsung dijemput pihak keluarga begitu tiba di Indonesia, pada Rabu (25/6) sore.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved