Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Kemlu Evakuasi WNI dari Iran Secara Bertahap

Khoerun Nadif Rahmat
06/3/2026 19:19
Kemlu Evakuasi WNI dari Iran Secara Bertahap
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Senin (30/6/2025(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.)

KEMENTERIAN Luar Negeri atau Kemlu RI mulai melaksanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap menyusul eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI dijadwalkan dipulangkan melalui jalur darat menuju Azerbaijan dengan mempertimbangkan dinamika keamanan yang sangat dinamis di lapangan.

"Rencana evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini. Dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan, tapi mungkin ini untuk jalur-jalur evakuasi ini akan dilihat sesuai kondisi riil di lapangan," ujar Plt Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu, Henny Hamidah, kepada pewarta, Jumat (6/3).

Henny menjelaskan bahwa keputusan evakuasi dilakukan setelah melalui asesmen ketat oleh KBRI Teheran. Berdasarkan data Kemlu, terdapat 329 WNI yang menetap di Iran, dengan mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Kota Qom.

Selain di Iran, pemerintah juga memantau ketat keselamatan lebih dari 519.000 WNI yang tersebar di berbagai negara di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi.

Selain langkah evakuasi, Kemlu telah membentuk Crisis Response Team untuk memantau kondisi riil setiap jam. Pemerintah juga fokus menangani WNI yang tertahan (stranded) di sejumlah bandara internasional akibat penutupan ruang udara dan disrupsi jadwal penerbangan.

Tim pemantauan khusus disiagakan selama 24 jam di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah dan Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah untuk membantu jemaah umrah yang terdampak.

"Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan. Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional," pungkas Henny.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemlu, Santo Darmosumarto, menekankan bahwa pemerintah terus memprioritaskan perlindungan warga sipil di tengah ancaman ketidakpastian keamanan regional.

"Indonesia terus mengikuti dengan dekat eskalasi ketegangan yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi saling serang yang melanggar kedaulatan beberapa negara yang terdampak. Ini menjadi penting karena situasi tersebut berpotensi untuk meningkatkan ketidakpastian keamanan, baik regional maupun global," tegas Santo.

Meski evakuasi di Iran telah dimulai, Santo menyebutkan bahwa pemerintah di negara-negara Timur Tengah lainnya umumnya belum mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi warga negara asing.

"Sebenarnya yang disampaikan oleh pemerintah setempat kepada seluruh warga negara mereka dan warga negara asing yang menetap di sana. Justru pemerintah-pemerintah tersebut menyampaikan tetap saja berada di rumah kalian dan tenang," tambahnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya