Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pezeshkian Sebut Sejumlah Negara Mulai Berupaya Memediasi di Tengah Agresi AS-Israel ke Iran

Khoerun Nadif Rahmat
06/3/2026 23:30
Pezeshkian Sebut Sejumlah Negara Mulai Berupaya Memediasi di Tengah Agresi AS-Israel ke Iran
ilustrasi.(MI)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara telah memulai upaya mediasi untuk meredakan konflik yang terus meluas di Timur Tengah. Namun ia tidak mengungkap negara mana saja yang terlibat dalam upaya tersebut.

Dalam unggahan di media sosial, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen terhadap perdamaian regional, tetapi tidak akan ragu membela kedaulatan negaranya.

"Beberapa negara telah memulai upaya mediasi. Mari kita tegaskan: kami berkomitmen pada perdamaian yang langgeng di kawasan, tetapi kami tidak ragu untuk mempertahankan martabat dan kedaulatan bangsa kami," tulis Pezeshkian dikutip dari BBC. Ia menambahkan bahwa proses mediasi seharusnya ditujukan kepada pihak yang memicu konflik tersebut.

"Mediasi seharusnya ditujukan kepada mereka yang meremehkan rakyat Iran dan memicu konflik ini," lanjutnya.

Pernyataan Pezeshkian muncul ketika negara negara Arab tetangga Iran tengah mempertimbangkan respons mereka terhadap serangan rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat serta infrastruktur sipil dan energi di wilayah mereka.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Washington tidak akan melakukan kesepakatan apa pun dengan Teheran kecuali Iran menyerah tanpa syarat.

"Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Ia juga menyatakan Amerika Serikat bersama sekutu akan membantu membangun kembali Iran setelah konflik berakhir.

"Setelah itu, dan setelah terpilih pemimpin yang hebat dan dapat diterima, kami bersama banyak sekutu dan mitra yang luar biasa serta sangat berani akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya," sebut Trump.

Trump menutup pernyataannya dengan optimisme mengenai masa depan Iran. "IRAN AKAN MEMILIKI MASA DEPAN YANG BESAR. 'JADIKAN IRAN HEBAT LAGI (MIGA!).'," tegasnya.

Memasuki pekan pertama perang yang semakin meluas, dampak konflik mulai dirasakan di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk negara negara yang tidak menjadi target serangan langsung.

Di Mesir, perang memberi tekanan tambahan pada perekonomian yang sudah rapuh. Sejumlah perusahaan pelayaran global mulai mengalihkan rute kapal dari Terusan Suez, yang merupakan sumber utama devisa negara tersebut. Kondisi itu juga berpotensi memukul sektor pariwisata serta memengaruhi jutaan warga Mesir yang bekerja di negara negara Teluk.

Mesir sendiri merupakan sekutu dekat Amerika Serikat dan penerima bantuan militer besar dari Washington. Namun negara itu memiliki kebijakan keamanan nasional yang tidak mengizinkan keberadaan pangkalan militer asing di wilayahnya.

Di Suriah, pemerintah meningkatkan pengerahan pasukan di perbatasan dengan Lebanon dan Irak untuk mencegah infiltrasi kelompok bersenjata yang didukung Iran, terutama Hizbullah. Kantor berita pemerintah Suriah melaporkan beberapa orang, termasuk anak anak, terluka akibat serpihan rudal Iran yang jatuh di wilayah negara itu.

Di Tepi Barat yang diduduki Israel, sejumlah pos pemeriksaan dan gerbang militer ditutup pada awal konflik Iran dengan alasan keamanan. Penutupan tersebut membatasi pergerakan warga Palestina di wilayah tersebut.

Serpihan rudal Iran juga dilaporkan jatuh di sejumlah desa Palestina. Namun warga Palestina harus mengandalkan sirene peringatan dari permukiman Israel atau aplikasi yang biasanya digunakan warga Israel untuk mengetahui adanya serangan roket.

Sementara itu di Jalur Gaza yang telah lama dilanda perang, bantuan kemanusiaan kembali masuk melalui perlintasan Kerem Shalom setelah Israel menutupnya selama tiga hari dengan alasan ancaman serangan Iran.

Namun perlintasan Rafah yang berbatasan dengan Mesir, yang menjadi jalur utama evakuasi medis, masih tetap ditutup. Pembicaraan mengenai inisiatif perdamaian Gaza yang diusulkan Trump juga dilaporkan tertunda karena sejumlah pihak yang terlibat kini terseret dalam konflik regional yang semakin meluas. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya