Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pasukan Israel Serang Jemaah Salat Id di Dekat Masjid Al-Aqsa

Haufan Hasyim Salengke
20/3/2026 15:35
Pasukan Israel Serang Jemaah Salat Id di Dekat Masjid Al-Aqsa
Aparat Israel mencegah jemaah yang hendak ibadah di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Palestina.(WAFA)

APARAT keamanan Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina untuk mencegah mereka melaksanakan ibadah salat Idulfitri di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa, Jumat (20/3). Tindakan represif ini dilakukan guna menghalau massa yang tertahan akibat penutupan total kompleks masjid suci tersebut sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.

Gubernur Yerusalem melaporkan bahwa otoritas pendudukan atau Israel secara resmi melarang pelaksanaan salat Id di dalam kompleks Al-Aqsa. Kebijakan ini menandai hari ke-21 berturut-turut masjid tersebut ditutup rapat bagi umat muslim, sebuah langkah yang dinilai sebagai eskalasi berbahaya dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ibadah di Trotoar

Meski dijaga ketat, ratusan jemaah tetap berupaya melaksanakan salat Id di titik-titik terdekat yang bisa dijangkau, seperti Bab al-Amud (Gerbang Damaskus) dan Bab al-Sahira (Gerbang Herodes). Mereka terpaksa salat di trotoar dan bahu jalan di bawah bayang-bayang moncong senjata pasukan Israel.

Ketegangan memuncak saat pasukan Israel mulai melepaskan rentetan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Dilaporkan satu orang jemaah turut ditahan di Jalan Salahuddin dalam insiden tersebut.

Pelanggaran Kebebasan Beragama

Pihak Pemerintah Provinsi Yerusalem mengecam keras penutupan Al-Aqsa, yang merupakan situs suci ketiga dalam Islam. Mereka menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan beribadah.

"Langkah-langkah Israel ini bertujuan untuk memaksakan realitas baru dan mengisolasi masjid dari lingkungan Palestina," tegas pernyataan resmi Gubernur Yerusalem. Penutupan berkepanjangan ini dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial yang lebih besar di tengah situasi perang yang masih berkecamuk di kawasan. (Al-Jazeera/WAFA/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik