Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KHARKIV, salah satu kota terbesar di Ukraina yang terletak dekat perbatasan Rusia, kembali menjadi sasaran serangan udara intensif oleh militer Rusia.
Serangan yang terjadi sepanjang malam hingga Sabtu (8/6) sore, itu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 60 lainnya, termasuk seorang bayi
“Kharkiv saat ini tengah mengalami serangan paling dahsyat sejak dimulainya perang skala penuh,” tulis Wali Kota Ihor Terekhov melalui Telegram seperti dilansir AFP, Minggu (8/6).
Rusia melancarkan serangan kombinasi yang mencakup pesawat nirawak, rudal, dan bom udara berpemandu.
Menurut laporan, puluhan ledakan terdengar di seluruh penjuru kota sepanjang malam. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada gedung-gedung tempat tinggal, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur sipil lainnya.
Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, menyebut bahwa sebuah fasilitas industri sipil diserang dengan 40 drone, satu rudal dan empat bom, yang memicu kebakaran hebat.
Dia juga memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan korban tertimbun di bawah reruntuhan.
Foto-foto yang dirilis otoritas setempat memperlihatkan dampak serangan yang menghancurkan, rumah-rumah dan kendaraan terbakar, serta tim penyelamat yang mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing.
Serangan kembali terjadi pada sore harinya dengan bom berpemandu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam aksi tersebut sebagai bentuk “pembunuhan brutal lainnya”.
“Itu merupakan pukulan brutal bagi kota di siang bolong, dan faktanya, mereka telah menyerang kota Kharkiv sepanjang hari,” kata Zelenskiy dalam pernyataan malamnya.
"Tadi malam, terjadi serangan pesawat nirawak besar-besaran di Kharkiv, dan sekarang ada bom udara. Puluhan orang telah terluka dalam 24 jam terakhir,” lanjutnya.
Militer Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan total 206 drone, dua rudal balistik dan tujuh rudal lainnya ke wilayah Ukraina dalam semalam.
Dari jumlah tersebut, 87 drone berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara, sementara 80 lainnya berhasil dialihkan atau ternyata merupakan drone tiruan tanpa hulu ledak, melalui teknik peperangan elektronik.
Serangan tersebut berdampak pada sepuluh lokasi berbeda di Ukraina, menandai eskalasi besar dalam agresi militer Rusia menjelang musim panas ini. (Fer/I-1)
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Langkah ini diambil seiring dengan upaya AS dalam menjalankan kampanye bersama dengan Israel melawan Iran.
Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal Israel yang menargetkan puluhan kota dan permukiman di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
KONFLIK bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus mengalami eskalasi.
Seberapa kuat Iran dapat bertahan, atau bahkan sebaliknya malah bisa mengubah permainan?
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved