Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN pesawat nirawak Ukraina yang menargetkan gudang senjata menyebabkan bola api raksasa di Rusia barat. Serangan tersebut dilaporkan pada Rabu (18/9) pagi dan menargetkan gudang senjata besar di dekat Kota Toropets sekitar 400 km barat laut Moskow di wilayah Tver.
Hal ini menggambarkan upaya berkelanjutan Ukraina untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menyerang sasaran yang berada jauh di wilayah Rusia. Serangan pesawat nirawak itu menyebabkan ledakan yang sangat kuat dan menghancurkan gudang besar Direktorat Rudal dan Artileri Utama Kementerian Pertahanan Rusia dan memicu kebakaran selebar 6 km.
"Gudang itu berisi rudal yang ditujukan untuk sistem rudal taktis Iskander, sistem rudal taktis Tochka-U, bom udara berpemandu, dan amunisi artileri," kata sumber yang tidak disebutkan namanya dari dinas keamanan Ukraina. Tanpa menyebutkan serangan terhadap Tver, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit pertahanan udara telah menghancurkan 54 drone yang diluncurkan Ukraina yang menargetkan lima wilayah barat Rusia dalam semalam.
Baca juga : Putin Menggila, Rusia Tembak 200 Drone dan Rudal ke Ukraina
"Setengah dari drone tersebut dihancurkan di wilayah Kursk dekat perbatasan dengan Ukraina, sisanya ditembak jatuh di wilayah Bryansk, Smolensk, Oryol dan Belgorod," lapor kantor berita TASS.
Sementara gubernur daerah melaporkan tidak ada kerusakan dan laporan korban jiwa. Beberapa warga telah dievakuasi.
Namun, rekaman dari Tver yang dibagikan di media sosial menunjukkan ledakan besar dan kebakaran terjadi di sekitar Toropets. Gubernur wilayah Tver, Igor Rudenya, mengatakan bahwa perintah evakuasi sebagian dikeluarkan karena pertahanan udara dan petugas tanggap bekerja untuk memadamkan api yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan.
Baca juga : Keputusan AS Tempatkan Rudal Jarak Jauh di Jerman Picu Peringatan dari Rusia
Siswa di sekitar distrik Zapadnodvinsky diminta untuk tinggal di rumah dan belajar online.
Surat kabar resmi pemerintah Rusia, Rossiyskaya Gazeta menyebut pemerintah daerah juga mengumumkan pemadaman listrik. Gudang senjata Toropet, yang terletak di dekat lokasi serangan rudal yang dilaporkan, menyimpan rudal, amunisi dan bahan peledak.
Dibangun pada 2015 seharga US$39 juta, gudang senjata ini juga dilengkapi dengan ruangan dingin dan pemanas, gardu listrik, fasilitas pengolahan, tangki penyimpanan air dan bahan bakar, serta lebih dari 100 kolam air pemadam kebakaran.
Baca juga : PBB Temukan Rumah Sakit Anak di Kyiv Terkena Serangan Rudal Rusia
Mantan wakil menteri pertahanan, Dmitry Bulgakov, mengatakan bahwa gudang itu memiliki muatan penuh setiap fasilitas penyimpanan persenjataan mencapai 240 ton. Gudang senjata tersebut juga memiliki fasilitas untuk menampung hingga 200 prajurit.
Ukraina telah meningkatkan produksi pesawat nirawak selama dua tahun terakhir. Kini mereka menggunakan senjata-senjata tersebut untuk meningkatkan serangan terhadap Rusia, menyerang lebih dalam khususnya menargetkan infrastruktur militer dan energi.
Hal ini dalam upaya mengganggu mesin perang Moskow dan mencoba untuk memberikan kesan kepada masyarakat Rusia bahwa mereka tidak kebal terhadap serangan tersebut. Serangan pesawat nirawak terbesar di Ukraina menargetkan ibu kota Rusia pada September lalu, menewaskan satu orang, menghancurkan rumah-rumah dan mengganggu penerbangan di bandara Moskow.
Rusia terus menggunakan serangan udara untuk menargetkan Ukraina, khususnya ditujukan pada infrastruktur energi menjelang musim dingin. Pada Rabu (18/9), mereka menargetkan fasilitas energi di kota Sumy di timur laut Ukraina, tepat di seberang perbatasan Kursk dan menewaskan satu orang di pusat Kota Kropyvnytskyi. (Aljazeera/Z-2)
IRAN membantah keras keterlibatan dalam serangan 4.000 rudal terhadap pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Minggu (22/3) waktu setempat.
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi markas komandan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disertai dengan rekaman yang menurut militer menunjukkan serangan yang bertujuan untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai sistem pertahanan udara.
Insiden itu terjadi di Bnei Brak, tepat di sebelah timur Tel Aviv, dan kota Rosh HaAyin, lebih jauh ke timur.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved