Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA kembali memanaskan hubungan dengan Barat setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru, 9M730 Burevestnik. Senjata yang dijuluki tak terkalahkan itu diklaim mampu menembus sistem pertahanan apa pun dengan jangkauan hampir tanpa batas.
"Ini adalah rudal unik yang tidak dimiliki siapa pun di dunia," ujar Putin dalam pertemuan dengan para jenderal di pos komando perang Ukraina, seperti dikutip Kremlin, Minggu (26/10). Ia menambahkan bahwa Rusia segera menyiapkan infrastruktur untuk pengerahan sistem Burevestnik.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, menyebut uji coba pada 21 Oktober menunjukkan kemampuan rudal tersebut menempuh jarak 14.000 kilometer dengan waktu terbang sekitar 15 jam.
"Uji ini menunjukkan kemampuan Burevestnik untuk mengalahkan sistem pertahanan anti-rudal apa pun," katanya dikutip CNBC, Senin (27/10).
Keberhasilan ini diumumkan bersamaan dengan latihan besar-besaran pasukan nuklir strategis Rusia pekan lalu, yang melibatkan peluncuran rudal balistik antarbenua Yars, rudal laut Sineva, dan rudal jelajah udara Kh-102.
"Kekuatan penangkal nuklir kami berada pada level tertinggi, bahkan lebih unggul dari negara lain," sebut Putin.
Langkah Rusia tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan NATO. Putin menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk pada tekanan Barat terkait perang di Ukraina dan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Rusia akan dibalas dengan respons yang sangat serius, bahkan luar biasa.
Kremlin menegaskan pesan ini ditujukan langsung ke Washington, terutama setelah Presiden AS Donald Trump mencabut pembatasan terhadap penggunaan rudal jarak jauh oleh Ukraina.
"Pesan Putin jelas, Rusia tetap menjadi kekuatan militer global dan siap membalas setiap provokasi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada televisi pemerintah.
Rudal Burevestnik, yang oleh NATO dijuluki SSC-X-9 Skyfall, pertama kali diperkenalkan pada 2018 sebagai respons atas penarikan sepihak AS dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik (ABM) tahun 2001. Dengan uji coba terbaru ini, Moskow menunjukkan bahwa proyek ambisius tersebut kini telah mencapai tahap operasional nyata. (H-4)
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi markas komandan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disertai dengan rekaman yang menurut militer menunjukkan serangan yang bertujuan untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai sistem pertahanan udara.
Insiden itu terjadi di Bnei Brak, tepat di sebelah timur Tel Aviv, dan kota Rosh HaAyin, lebih jauh ke timur.
Seberapa kuat Iran dapat bertahan, atau bahkan sebaliknya malah bisa mengubah permainan?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved