Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
FBI menyelidiki kemungkinan ada manifesto anti-Israel yang dipublikasikan secara daring oleh tersangka pelaku penembakan dua staf Kedutaan Israel di Washington DC. Dokumen tersebut diduga ditulis oleh Elias Rodriguez, pria yang kini ditahan atas insiden penembakan tersebut.
Dilaporkan New York Post, sumber penegak hukum menyebutkan manifesto sepanjang 900 kata itu mencuat ke publik tak lama setelah penangkapan Rodriguez. Saat ini, aparat tengah memeriksa keaslian dokumen tersebut, sekaligus menelusuri perangkat elektronik milik tersangka.
Wakil Direktur FBI Dan Bongino menyatakan pihaknya sedang meneliti sejumlah tulisan yang diyakini berkaitan dengan Rodriguez.
"Kami berharap dapat segera memberikan pembaruan mengenai keasliannya," kata Bongino.
Rodriguez disebut sempat meneriakkan, "Bebaskan Palestina," sebelum akhirnya mengaku sebagai pelaku penembakan yang menewaskan dua warga Israel di luar museum tersebut.
Manifesto yang beredar di dunia maya diduga ditulis pada 20 Mei atau sehari sebelum kejadian. Manifesto tersebut, andai benar ditulis oleh Rodriguez, mengisyaratkan aksi kekerasan yang dilakukan merupakan bentuk protes politik terkait perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Manifesto tersebut dibuka dengan kata halilintar yang dikenal berasal dari bahasa Indonesia.
"Halilintar adalah kata yang berarti sesuatu seperti guntur atau kilat. Setelah suatu tindakan terjadi, orang mencari teks untuk menetapkan maknanya. Jadi inilah suatu upaya," tulis manifesto tersebut.
"Kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina melampaui deskripsi dan tak terhitung jumlahnya," imbuh manifesto tersebut.
Dalam isi tulisannya, sang penulis menyebutkan aksi bersenjata tidak selalu bersifat militer melainkan dapat menjadi bentuk pertunjukan atau simbolik. Ia juga menyampaikan kritik tajam terhadap genosida di Gaza.
Menjelang akhir tulisan, sang penulis menyampaikan cinta kepada orangtua, saudara, dan keluarganya, sebelum menutup dengan seruan bebaskan Palestina.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak berwenang belum mengonfirmasi apakah manifesto tersebut benar-benar ditulis oleh Rodriguez. (I-2)
Seiring berlanjutnya perang, kemungkinan besar akan terjadi beberapa perbedaan antara hak prerogatif Israel dan Amerika.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Pernyataan itu disertai dengan rekaman yang menurut militer menunjukkan serangan yang bertujuan untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai sistem pertahanan udara.
Terdapat laporan mengenai korban jiwa di berbagai sektor di banyak daerah tersebut, termasuk warga sipil. Sejauh ini, dua puluh sekolah telah terkena dampaknya.
Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal Israel yang menargetkan puluhan kota dan permukiman di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Iran menunda upacara perpisahan Ayatollah Ali Khamenei akibat kendala logistik dan ancaman keamanan. Israel ancam bunuh siapapun calon penerus Khamenei.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved