Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK bersenjata Palestina, Hamas, mengatakan mereka sedang menyelidiki klaim Israel bahwa salah satu jenazah yang mereka serahkan kepada Israel pada Kamis sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza bukanlah jenazah Shiri Bibas, seorang sandera perempuan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, Hamas menyatakan kemungkinan terjadi "kesalahan atau tertukar dalam jenazah" dan berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikan mereka dengan jelas. Hamas menambahkan kesalahan tersebut mungkin terjadi akibat serangan udara Israel yang menghantam "tempat di mana keluarga itu berada bersama warga Palestina lainnya."
"Kami telah menerima klaim dan tuduhan dari pihak pendudukan melalui perantara kami, dan kami akan meneliti klaim tersebut dengan sangat serius serta mengumumkan hasilnya dengan jelas," demikian bunyi pernyataan Hamas.
Pernyataan ini muncul setelah tentara Israel mengatakan jenazah dua anak yang dikembalikan, Ariel dan Kfir Bibas, telah diidentifikasi Institut Nasional Kedokteran Forensik Israel dan Kepolisian Israel. Namun, mereka menyatakan satu jenazah lainnya bukan milik ibu mereka yang berusia 32 tahun, seperti yang diklaim Hamas, maupun sandera lainnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Hamas melakukan "pelanggaran yang kejam dan jahat" terhadap kesepakatan gencatan senjata, yang telah menghentikan pertempuran selama beberapa minggu dan memungkinkan pembebasan bertahap sandera Palestina dan Israel.
"Kami akan bertindak dengan tegas untuk membawa Shiri pulang bersama semua sandera kami—baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal—dan memastikan Hamas membayar harga penuh atas pelanggaran kejam dan jahat ini," kata Netanyahu.
Hamas telah menyerahkan empat jenazah, termasuk jenazah Oded Lifshitz, 83, dalam hari-hari terakhir fase pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, enam sandera yang masih hidup dijadwalkan akan dibebaskan Hamas pada Sabtu, dengan imbalan pembebasan 602 tahanan Palestina.
Hamas mengidentifikasi enam sandera yang akan dibebaskan dari Gaza sebagai Eliya Cohen, Omer Shem Tov, Tal Shoham, Omer Wenkert, Hisham al-Sayed, dan Avera Mengisto.
Hamas dan Israel saling tuduh terkait kematian keluarga Bibas dan Lifshitz, yang semakin memperumit kesepakatan gencatan senjata.
Militer Israel pada Jumat menyatakan berdasarkan analisis intelijen dan forensik, jenazah anak-anak Bibas menunjukkan mereka sengaja dibunuh penculik mereka. Namun, Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai klaim ini.
Sementara itu, Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, pada Jumat kembali menyalahkan Netanyahu atas kematian mereka. Hamas sebelumnya telah menyatakan bahwa keempatnya tewas dalam serangan udara Israel pada November 2023.
"Netanyahu sendiri yang mengeluarkan perintah untuk pemboman langsung dan tanpa ampun, dan dialah yang bertanggung jawab penuh atas pembunuhan brutal terhadap Shiri dan anak-anaknya," tulis Ismail al-Thawabta di platform X.
Keluarga Bibas juga menyalahkan Netanyahu, dengan Ofri Bibas, ipar Shiri Bibas, mengatakan bahwa para pejabat Israel memiliki "tanggung jawab dan kewajiban untuk membawa mereka kembali dalam keadaan hidup."
"Tidak ada maaf atas tindakan meninggalkan mereka pada 7 Oktober, dan tidak ada maaf atas tindakan meninggalkan mereka dalam kondisi ditawan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kami tidak menerima permintaan maaf dari Anda dalam momen yang menyakitkan ini," katanya dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang, salah satu kelompok utama yang mewakili keluarga sandera di Gaza, mengatakan mereka merasa "terkejut dan hancur" setelah mengetahui jenazah Shiri Bibas tidak dikembalikan.
Kelompok ini menyerukan agar gencatan senjata tetap berlanjut agar sandera yang masih ditahan di Gaza dapat dibebaskan.
"Selamatkan mereka dari mimpi buruk ini," kata kelompok tersebut dalam pernyataan resmi. (Al Jazeera/Z-2)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
ALIANSI Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) menyatakan belum ada keputusan resmi penundaan keberangkatan jamaah umrah setelah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS
PERDANA Menteri Libanon, Nawaf Salam, mengecam serangan roket yang diluncurkan dari wilayah selatan negaranya.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved