Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Hamas Ultimatum Pasukan Internasional di Gaza, Singgung Peran Indonesia

Ferdian Ananda Majni
13/2/2026 13:37
Hamas Ultimatum Pasukan Internasional di Gaza, Singgung Peran Indonesia
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Prabowo Subainto (kanan)(Fabrice COFFRINI/AFP)

PEMIMPIN senior Hamas, Osama Hamdan menyampaikan ultimatum terkait rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke Jalur Gaza, termasuk dari Indonesia, seraya menegaskan pasukan asing tidak boleh menjalankan agenda Israel dan harus fokus melindungi warga Palestina.

"Kami menekankan bahwa agar hal ini dapat dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan, dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina," kata Hamdan.

Hamdan menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan pihak Indonesia, peran pasukan Indonesia di Gaza disebut akan bersifat terbatas.

Menurutnya, Indonesia akan fokus pada pemisahan warga Palestina dari pasukan pendudukan serta mencegah terjadinya agresi lanjutan. Ia juga menyebut pasukan tersebut tidak akan terlibat dalam urusan sipil di wilayah tersebut.

"Kami mendengar pernyataan yang jelas dari semua negara ini bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka," ujarnya.

"Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia: mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza," tambah Hamdan.

Sementara itu, media Israel KAN melaporkan bahwa Indonesia disebut akan menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza. 

Laporan itu disampaikan beberapa pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington.

KTT Board of Peace dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington, AS.

Informasi mengenai pengerahan pasukan Indonesia mencuat setelah Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang akan bergabung dalam ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki dan sejumlah negara lainnya.

Pasukan ISF, termasuk dari Indonesia, direncanakan bertugas menjaga serta mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, termasuk menangani persoalan di wilayah perbatasan Gaza. (Al Jazeera/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya